DK PBB Berselisih soal Perang Iran, Rusia-China ''Bentrok'' dengan AS
Ilustrasi Pertemuan Dewan Keamanan PBB (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
22:42
3 April 2026

DK PBB Berselisih soal Perang Iran, Rusia-China ''Bentrok'' dengan AS

- Para anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) berbeda pendapat mengenai konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Rusia dan China menyerukan penghentian serangan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, sedangkan Washington menegaskan dukungannya untuk negara-negara sekutu di Timur Tengah.

Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menolak kritik terhadap sikap Moskwa, dan menuduh negara-negara Barat memicu ketidakstabilan di kawasan TImur Tengah.

Baca juga: Putin Nyatakan Rusia Siap Turun Tangan di Konflik Timur Tengah


Dilansir Anadolu, Jumat (3/4/2026), Nebenzia menyebut konflik saat ini tidak terjadi begitu saja, melainkan karena tindakan agresi yang dilakukan AS dan Israel.

“(Konflik Timur Tengah saat ini) merupakan akibat langsung dari tindakan agresi tanpa provokasi oleh AS dan Israel terhadap wilayah kedaulatan Republik Islam Iran,” kata Nebenzia.

Ia mendesak solusi politik dan memperingatkan untuk berhenti bertindak gegabah agar tidak memperbesar risiko.

"Sudah saatnya untuk berhenti dan mengakhiri permainan berbahaya bermain api ini, api yang berisiko berubah menjadi kebakaran besar dan bukan hanya kebakaran regional," tegasnya.

Baca juga: Bukan Cuma Minyak, Gas Langka Ini Jadi Rebutan Dunia Akibat Konflik Timur Tengah

Duta Besar Fu Cong, Perwakilan Tetap China untuk PBB, berbicara selama pertemuan tentang situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 26 Juli 2024 di New York City. Dewan Keamanan mengadakan pertemuan untuk membahas perang sembilan bulan antara Israel dan Hamas saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan bertemu dengan calon Presiden AS dari Partai Republik, mantan Presiden AS Donald Trump. PM Israel Netanyahu juga bertemu secara terpisah minggu ini dengan Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden AS sekaligus calon Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris setelah berpidato di sidang gabungan Kongres. Michael M. Santiago/Getty Images/AFP Duta Besar Fu Cong, Perwakilan Tetap China untuk PBB, berbicara selama pertemuan tentang situasi di Timur Tengah, termasuk masalah Palestina di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 26 Juli 2024 di New York City. Dewan Keamanan mengadakan pertemuan untuk membahas perang sembilan bulan antara Israel dan Hamas saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan bertemu dengan calon Presiden AS dari Partai Republik, mantan Presiden AS Donald Trump. PM Israel Netanyahu juga bertemu secara terpisah minggu ini dengan Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden AS sekaligus calon Presiden dari Partai Demokrat Kamala Harris setelah berpidato di sidang gabungan Kongres.

Sementara itu, utusan China, Fu Cong, medukung kekhawatiran tersebut, dengan mengatakan AS dan Israel yang memulai konflik.

“Asal mula perang ini terletak pada penggunaan kekuatan oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang jelas melanggar tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional,” ujar Fu.

Meski demikian, ia menambahkan bahwa Beijing juga tidak mendukung serangan Iran terhadap negara-negara Arab, dan mengecam semua serangan terhadap warga sipil dan target non-militer.

Utusan AS Mike Waltz memberikan tanggapan balik, membela peran Washington dan mengkritik Teheran.

Baca juga: China Blak-blakan Sebut AS-Israel Biang Keladi Krisis Selat Hormuz

“Tidak ada negara, apalagi rezim Iran yang melakukan genosida dan membantai rakyatnya sendiri serta telah menghabiskan puluhan tahun menabur ketidakstabilan dan kekerasan di seluruh dunia,” kata Waltz.

“Tidak ada negara yang seharusnya dapat menyandera perekonomian dunia untuk mencoba mendapatkan pengaruh dalam suatu sengketa,” sambung dia.

Waltz juga menyerukan dukungan nyata AS bagi sekutu di Timur Tengah atau negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

“(Mitra Washington) dapat mengandalkan Amerika Serikat untuk berbaris bersama Anda demi masa depan yang lebih baik, baik di Dewan ini maupun di kawasan ini,” tegas Waltz.

Baca juga: Tanpa Melibatkan AS, Koalisi 40 Negara Cari Cara Buka Selat Hormuz

Dewan Keamanan PBB tunda pemungutan suara soal Selat Hormuz

Ilustrasi kapal tanker. Dewan Keamanan PBB tunda pemungutan suara soal Selat Hormuz.Freepik Ilustrasi kapal tanker. Dewan Keamanan PBB tunda pemungutan suara soal Selat Hormuz.

Dewan Keamanan PBB telah menunda pemungutan suara yang dijadwalkan pada hari Jumat mengenai otorisasi penggunaan kekuatan "pertahanan" untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz dari serangan Iran, menurut laporan AFP, Jumat (3/4/2026).

Awalnya pemungutan suara mengenai rancangan resolusi yang diajukan oleh Bahrain, dijadwalkan pada Jumat pagi, tetapi pada Kamis (2/4/2026) malam jadwal tersebut berubah.

Adapun alasannya adalah PBB memperingati Jumat Agung sebagai hari libur nasional. Sampai saat ini belum ada tanggal baru yang ditetapkan sebagai pengganti.

Seperti diketahui, Iran telah memblokade jalur pelayaran di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS-Israel pada akhir Februari 2026, yang memicu perang Timur Tengah.

Baca juga: Trump Lepas Tangan Soal Selat Hormuz, 40 Negara Rapat Darurat Rancang Strategi

Kondisi ini mengancam pasokan bahan bakar dan mengacaukan ekonomi global. Mengingat Selat Hormuz merupakan jalur yang biasanya dilalui seperlima pasokan minyak mentah dunia dan sejumlah besar gas.

Penutupan jalur ini telah menghalangi sebagian besar pasokan energi yang menggerakkan perekonomian global.

Kondisi ini mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia, sehingga mendorong kenaikan harga energi di seluruh dunia.

Tag:  #berselisih #soal #perang #iran #rusia #china #bentrok #dengan

KOMENTAR