Israel Serang Jalur Penyelundupan Senjata Rusia-Iran di Laut Kaspia
Lalu lintas di Laut Kaspia, Iran.(AFP/ Henghameh FAHIMI)
08:24
25 Maret 2026

Israel Serang Jalur Penyelundupan Senjata Rusia-Iran di Laut Kaspia

– Militer Israel meluncurkan serangan udara di Laut Kaspia yang menjadi jalur utama pasokan senjata antara Rusia dan Iran. 

Serangan tersebut menandai pertama kalinya Israel menargetkan wilayah di laut pedalaman terbesar di dunia tersebut.

Dilansir dari Wall Street Journal, Selasa (24/3/2026), serangan tersebut terjadi pada Rabu (18/3/2026) pekan lalu di pelabuhan Bandar Anzali.

Baca juga: Kabar Terbaru Selat Hormuz: Iran Ajukan Syarat untuk Kapal Lewat, AS-Israel Tetap Dilarang

Beberapa sumber mengatakan kepada Wall Street Journal, serangan itu menyasar infrastruktur pendukung Rusia dalam perang. Jalur itu digunakan kedua negara untuk memindahkan amunisi, rudal, hingga drone.

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut menghantam puluhan target, termasuk kapal perang, pusat komando, serta galangan kapal yang digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan kapal.

Foto-foto yang diverifikasi oleh Wall Street Journal dan Storyful menunjukkan kerusakan signifikan pada markas besar angkatan laut Iran di pelabuhan tersebut. 

Meski demikian, sejauh mana kerusakan total pada fasilitas pelabuhan secara keseluruhan belum dapat dipastikan secara mendetail.

Mantan Komandan Angkatan Laut Israel, Eliezer Marum, menegaskan bahwa operasi ini membawa pesan kuat bagi Teheran.

"Tujuan terpenting dari serangan ini adalah untuk membatasi penyelundupan Rusia dan menunjukkan kepada Iran bahwa mereka tidak memiliki pertahanan laut di Kaspia," ujar Marum.

Baca juga: AS Kirim Proposal 15 Poin ke Iran untuk Akhiri Perang, Ini Isinya

Peran vital

Jalur Laut Kaspia memiliki peran vital bagi hubungan militer kedua negara, terutama dalam transfer pesawat nirawak bunuh diri atau drone kamikaze Shahed.

Drone ini digunakan Rusia untuk membombardir kota-kota di Ukraina, sementara Teheran menggunakannya untuk menyerang aset-aset AS di Teluk Persia.

Selain aspek militer, serangan Israel di Laut Kaspia juga berdampak pada sektor logistik sipil. 

Karena jalur militer dan perdagangan bahan pokok seperti gandum saling terkait di Kaspia, serangan ini diyakini dapat mengganggu pasokan pangan Iran.

Senior Fellow di Caspian Policy Center, Eric Rudenshiold, menilai dampak ini akan terasa dalam waktu dekat.

"Saya pikir pasokan drone, dan kemungkinan pasokan gandum, akan memiliki dampak jangka pendek yang sangat krusial terhadap situasi Iran saat ini," kata Rudenshiold.

Baca juga: Mossad Mengira Bisa Picu Pemberontakan di Iran, tapi Tak Pernah Terjadi

Respons Rusia

Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk keras serangan tersebut. Moswka menyebut pelabuhan Bandar Anzali sebagai pusat logistik penting untuk perdagangan barang sipil dan memperingatkan agar perang tidak meluas ke wilayah Kaspia.

Di sisi lain, analis dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Maria Snegovaya, menyebut pelabuhan ini merupakan jalur utama untuk mengakali sanksi internasional.

"Ada alasan untuk mencurigai bahwa ini adalah salah satu saluran utama penghindaran sanksi," kata Snegovaya, merujuk pada lonjakan pengiriman di pelabuhan tersebut yang meningkat tiga kali lipat tahun lalu.

Meski serangan ini sangat berisiko, Israel tampaknya tetap berhati-hati agar tidak memicu konflik langsung dengan Rusia. 

Baca juga: Pentagon Pertimbangkan Terjunkan Pasukan Lintas Udara di Iran, Incar Pulau Kharg

Drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed.Wikimedia Commons Drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed.

Israel tidak menyebutkan nama Rusia secara eksplisit saat mengumumkan serangan tersebut guna menjaga hubungan diplomatik di tengah situasi panas di Suriah.

Seorang sumber menyebutkan bahwa Israel kemungkinan besar tidak akan menyerang kapal-kapal Rusia yang melintasi jalur tersebut. 

Namun, para analis meragukan apakah serangan ini akan benar-benar menghentikan kerja sama kedua negara.

Nicole Grajewski, profesor dari Sciences Po Paris, menilai bahwa Iran dan Rusia kemungkinan besar akan mengalihkan jalur perdagangan ke pelabuhan lain di Kaspia.

"Ini tidak akan sepenuhnya menyebabkan penurunan ketahanan pangan atau penghentian transfer drone, tetapi bisa mengganggu alirannya untuk sementara waktu," tutur Grajewski.

Baca juga: Iran Tunjuk Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Baru, Penerus Ali Larijani

Tag:  #israel #serang #jalur #penyelundupan #senjata #rusia #iran #laut #kaspia

KOMENTAR