BCA (BBCA) Lanjutkan Buyback Saham di Tengah Penguatan Sektor Perbankan
Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). (DOK. BCA)
07:30
12 Juni 2026

BCA (BBCA) Lanjutkan Buyback Saham di Tengah Penguatan Sektor Perbankan

- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA melanjutkan realisasi program pembelian kembali (buyback) saham yang telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Realisasi lanjutan buyback dilakukan pada Kamis (11/6/2026) sebagai bagian dari program yang sebelumnya telah mulai dijalankan pada April 2026.

“Pelaksanaan Buyback merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia,” ujar Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, mellaui keterangannya, Kamis (11/6/2026).

“Aksi korporasi ini juga sudah mempertimbangkan kondisi fundamental Perseroan,” lanjut dia.

Menurut Hendra, buyback tersebut merupakan kelanjutan dari program yang telah dijalankan sebelumnya. Ia menegaskan langkah itu mencerminkan keyakinan perseroan terhadap kondisi pasar modal Indonesia sekaligus tetap memperhatikan kondisi fundamental perusahaan.

Baca juga: BCA Siapkan Buyback Saham hingga Rp 5 Triliun

Hendra juga menegaskan perseroan senantiasa menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Periode pelaksanaan buyback berlangsung selama 12 bulan, yakni sejak 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih cepat oleh perseroan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Nilai buyback yang disiapkan mencapai paling banyak Rp 5 triliun, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya. Perseroan menyatakan pelaksanaan buyback tidak memiliki dampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha BCA.

Baca juga: IHSG Naik 155 Poin ke 5.902,37, BBCA Istimewa

Buyback Berlanjut di Tengah Pergerakan Saham Bank

Kelanjutan buyback BCA berlangsung di tengah penguatan saham-saham perbankan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026.

Pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026), saham BCA atau BBCA tercatat menguat 9,71 persen ke level 5.650. Penguatan juga terjadi pada saham-saham bank besar lainnya.

Meski demikian, analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama menilai penguatan tersebut lebih mencerminkan perbaikan sentimen pasar setelah koreksi yang cukup dalam.

Baca juga: DPR Kumpulkan Pimpinan Himbara hingga Danantara, Bahas Peluang Buyback Saham BUMN

Investor Masih Mencermati Arah Pasar

Menurut Elandry, pasar masih menunggu sejumlah agenda penting yang berpotensi memengaruhi pergerakan saham perbankan dalam waktu dekat, termasuk hasil rapat Komite Pasar Terbuka Federal Reserve (FOMC) Amerika Serikat pada 16-17 Juni 2026 dan rebalancing indeks global MSCI pada akhir Juni.

Ia menilai peluang penguatan lanjutan masih terbuka apabila nilai tukar rupiah tetap stabil, aliran dana asing kembali masuk ke pasar saham Indonesia, serta hasil pertemuan The Fed tidak memberikan sinyal kebijakan yang terlalu agresif.

Di sisi lain, manajemen BCA menyatakan akan terus memperhatikan dinamika pasar dalam pelaksanaan program buyback yang sedang berjalan.

“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham,” kata Hendra.

“BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026,” tutupnya.

Baca juga: BCA (BBCA) Buyback Saham Rp 5 Triliun, Apa Dampaknya untuk Investor?

Tag:  #bbca #lanjutkan #buyback #saham #tengah #penguatan #sektor #perbankan

KOMENTAR