Dokumen IPO SpaceX Tak Bisa Diakses di Hong Kong dan China
Situs web SpaceX dan dokumen pemasaran penawaran umum perdana saham atau initial public offering, IPO, tidak dapat diakses di Hong Kong dan China daratan pada Jumat.
Temuan Reuters itu berpotensi membatasi partisipasi investor dari dua wilayah tersebut dalam rencana IPO SpaceX.
IPO perusahaan milik Elon Musk itu diperkirakan menjadi pencatatan saham terbesar di dunia.
SpaceX merupakan perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan milik Musk.
Perusahaan tersebut menargetkan penggalangan dana 75 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.352,63 triliun.
IPO itu akan memberi valuasi SpaceX sebesar 1,75 triliun dollar AS atau sekitar Rp 31.561,25 triliun.
Nilai tersebut akan langsung menempatkan SpaceX dalam jajaran 10 perusahaan tercatat paling bernilai di Amerika Serikat atau AS.
Baca juga: IPO SpaceX Dibanderol Rp 2,43 Juta per Saham, Valuasi Tembus Rp 31.904 Triliun
SpaceX memulai roadshow pemasaran pada Kamis (4/6/2026) di New York.
Materi roadshow IPO perusahaan itu diunggah di situs web SpaceX.
Reuters meninjau akses ke situs tersebut dan menemukan materi itu dapat dibuka di sebagian besar pasar utama Asia. Namun, akses dari China daratan dan Hong Kong tidak tersedia.
Elon Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla berencana membangun dua pabrik chip canggih di kawasan Austin, Texas, Amerika Serikat (AS).
Investor institusi dan investor ritel biasanya memakai materi pemasaran IPO untuk memahami bisnis dan kondisi keuangan calon emiten.
Informasi tersebut menjadi dasar untuk menilai prospek investasi sebelum memesan saham.
Belum dapat memastikan alasan pembatasan akses tersebut.
Baca juga: Kekayaan Elon Musk Berpotensi Tembus Rp 17.800 Triliun Usai IPO SpaceX
Belum jelas pula sejak kapan situs SpaceX dan materi IPO tidak dapat dibuka di China daratan dan Hong Kong.
SpaceX belum merespons permintaan komentar Reuters yang dikirim di luar jam kerja AS. Citigroup, salah satu bank utama dalam IPO tersebut, menolak berkomentar.
Juru bicara Bank of America, Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley belum merespons permintaan komentar.
Bisa jadi IPO pertama di atas 1 triliun dollar AS
IPO SpaceX menarik perhatian investor global. Pencatatan ini dapat menjadi debut pasar saham AS pertama dengan nilai lebih dari 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 18.035 triliun.
Jika terealisasi, SpaceX akan langsung menjadi salah satu perusahaan publik paling bernilai di dunia.
Selain sejumlah raksasa Wall Street, Mizuho dari Jepang dan Macquarie Capital dari Australia ikut terlibat dalam pengelolaan IPO SpaceX di kawasan Asia Pasifik.
Informasi itu tercantum dalam presentasi roadshow SpaceX.
Saat Reuters mencoba mengakses situs perusahaan dan materi pemasaran dari China daratan serta Hong Kong, muncul pesan "Kesalahan 1009".
Cloudflare, penyedia keamanan web, menyebut penjelasan paling umum untuk kesalahan tersebut adalah pemilik situs "telah melarang" akses dari negara atau wilayah tertentu melalui alamat internet protocol atau IP terkait.
Presiden kehormatan Federasi Teknologi Informasi Hong Kong Francis Fong mengatakan, pemblokiran seperti itu biasanya menjadi keputusan perusahaan.
Ia menambahkan, pengguna Hong Kong memang tidak dapat mengakses beberapa situs web pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kasus serupa jarang terjadi pada perusahaan besar.
Nama Musk dikenal luas di China. Tesla, perusahaan kendaraan listrik miliknya, sukses di negara tersebut.
Kondisi itu membuat Musk menjadi salah satu figur bisnis asing paling populer di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut.
Direktur Pelaksana Central Asset Investments Hong Kong Jeffery Chan mengatakan, pembatasan akses mungkin berkaitan dengan status SpaceX sebagai kontraktor pertahanan.
Ia juga menilai investor China biasanya bukan target pasar utama SpaceX.
"Bagi investor ritel lokal, mendapatkan bagian langsung dari buku IPO akan sangat sulit. Namun untuk dana institusi regional, kemungkinan besar akan dilakukan melalui bookbuilding standar AS," katanya.
Pada Februari, dua senator Partai Demokrat AS mendesak Pentagon segera meninjau SpaceX.
Desakan itu muncul setelah ada tuduhan investor China diam diam mengakuisisi saham SpaceX.
Para senator menilai kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko keamanan nasional.