Inflasi Mei 2026 0,28 Persen, Cabai Merah hingga Tarif Pesawat Jadi Pemicu
ilustrasi inflasi(KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA)
11:56
2 Juni 2026

Inflasi Mei 2026 0,28 Persen, Cabai Merah hingga Tarif Pesawat Jadi Pemicu

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Mei 2026.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi April 2026 yang sebesar 0,13 persen.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan, inflasi Mei 2026 menyebabkan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 111,09 pada April menjadi 111,40 pada Mei 2026.

Baca juga: Kekhawatiran inflasi Bikin Harga Emas Terkoreksi, Usai Konflik AS-Iran Panas Lagi

Ilustrasi inflasi.FREEPIK/VWALAKTE Ilustrasi inflasi.

Kenaikan inflasi tersebut didorong oleh naiknya harga sejumlah bahan pangan, seperti cabai merah, minyak goreng, dan bawang merah, serta kenaikan biaya transportasi, termasuk tarif angkutan udara.

"Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Mei 2026 dengan andil inflasi 0,12 persen dan tingkat inflasi 0,39 persen," ujar Pudji dalam konferensi pers rilis BPS, Selasa (2/6/2026).

Pudji menjelaskan, cabai merah menjadi komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar, yakni 0,08 persen.

Selain itu, minyak goreng dan bawang merah masing-masing menyumbang inflasi 0,04 persen, sementara tomat dan beras memberikan andil 0,03 persen dan 0,02 persen.

Baca juga: IHSG Selasa (2/6) Rawan Koreksi Jelang Data Inflasi, Cermati Saham DEWA, UNTR, BBCA, ANTM

Selain bahan pangan, kelompok transportasi juga menjadi pendorong utama inflasi dengan andil 0,07 persen dan tingkat inflasi 0,61 persen.

Menurut BPS, bensin dan tarif angkutan udara menjadi komoditas dominan yang mendorong kenaikan harga pada kelompok transportasi.

Masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi, antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih.

Baca juga: Inflasi Mei Diprediksi Naik ke 2,94 Persen, Pelemahan Rupiah dan Harga Energi Jadi Pemicu

ilustrasi inflasiSHUTTERSTOCK/LEONID SOROKIN ilustrasi inflasi

Secara komponen, inflasi Mei 2026 terjadi pada seluruh kelompok pembentuk inflasi.

Komponen inti menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,14 persen dan tingkat inflasi 0,22 persen.

Pudji menyebut, untuk komoditas yang mendorong inflasi inti antara lain minyak goreng, telepon seluler, laptop atau notebook, pelumas mesin, nasi dengan lauk, serta biaya pemeliharaan dan servis kendaraan.

Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 0,52 persen dengan andil 0,10 persen.

Baca juga: Magnifica Humanitas: Refleksi Pengendalian Inflasi di Era Digital

Kenaikan kelompok ini dipicu oleh naiknya harga bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, rokok sigaret kretek mesin (SKM), dan solar.

Adapun komponen harga bergejolak mengalami inflasi 0,22 persen dengan andil 0,04 persen.

Inflasi pada kelompok ini terutama didorong oleh kenaikan harga cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau.

Secara wilayah, inflasi bulanan terjadi di 31 provinsi, sedangkan tujuh provinsi mengalami deflasi.

Baca juga: Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Bagaimana Nasib Nasabah Asuransi?

Inflasi tertinggi tercatat di Maluku sebesar 0,93 persen, sementara deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar 0,96 persen.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Mei 2026 mencapai 3,08 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Mei 2025 yang sebesar 1,60 persen.

Sementara inflasi tahun kalender hingga Mei 2026 tercatat sebesar 1,35 persen.

Tag:  #inflasi #2026 #persen #cabai #merah #hingga #tarif #pesawat #jadi #pemicu

KOMENTAR