BFI Tebar Dividen Rp 1,03 T, Investor Dapat Rp 3.500 Per Lot, Simak Jadwalnya
PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) bakal membagikan dividen tunai jumbo untuk tahun buku 2025. Meski harga saham BFIN berada di level Rp 705 per saham, investor berpeluang memperoleh dividen hingga Rp 3.500 per lot.
Perseroan mengumumkan total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp 1,03 triliun atau setara Rp 70 per saham. Nilai tersebut berasal dari 65,5 persen laba bersih perusahaan sepanjang 2025 yang mencapai Rp 1,58 triliun.
Namun, investor perlu memperhatikan bahwa BFI Finance sebelumnya telah membagikan dividen interim sebesar Rp 35 per saham pada Desember 2025. Dengan demikian, dividen final yang akan diterima investor saat ini sebesar Rp 35 per saham atau Rp 3.500 per lot.
Baca juga: BUAH Bakal Tebar Dividen, Ini Nilainya
Berdasarkan perdagangan terakhir sebelum libur panjang pada 26 Mei 2026, harga saham BFIN ditutup di level Rp 705, turun 2,08 persen atau 15 poin secara harian. Dengan harga tersebut, dividend yield saham BFIN mencapai sekitar 4,96 persen.
Dividend yield itu menjadikan BFIN sebagai salah satu saham dengan imbal hasil dividen menarik di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tingkat yield tersebut bahkan sekitar dua kali lebih tinggi dibanding rata-rata bunga deposito rupiah perbankan yang berada di kisaran 2 persen.
Keputusan pembagian dividen telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 20 Mei 2026.
Jadwal
Berikut jadwal lengkap dividen saham BFIN 2026:
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 2 Juni 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 3 Juni 2026
Cum dividen pasar tunai: 4 Juni 2026
Ex dividen pasar tunai: 5 Juni 2026
Recording date/DPS: 4 Juni 2026 pukul 16.00 WIB
Pembayaran dividen: 18 Juni 2026
Baca juga: PGN Bagikan Dividen Rp 3 Triliun, Pertahankan Rasio Pembayaran 80 Persen
Investor yang ingin memperoleh dividen BFIN harus membeli saham sebelum tanggal ex dividen agar tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS).
Pembagian dividen jumbo tersebut ditopang kinerja keuangan BFI Finance yang solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp 1,58 triliun dengan total dividen Rp 1,03 triliun.
Selain itu, sekitar 34,5 persen laba bersih atau Rp 550 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi bisnis dan operasional perusahaan. Hingga akhir 2025, saldo laba ditahan BFIN tercatat Rp 9,84 triliun dengan total ekuitas mencapai Rp 10,65 triliun.
Dividend yield yang mendekati 5 persen dinilai menjadi daya tarik utama saham BFIN di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif. Selain potensi dividen besar, investor juga mencermati kemampuan perseroan menjaga profitabilitas dan kualitas pembiayaan di tengah tantangan ekonomi.
Dengan jadwal cum dividen yang semakin dekat, saham BFIN diperkirakan akan menjadi incaran investor pemburu dividen dalam beberapa waktu ke depan. (Reporter: Ade Priyatin | Editor: Adi Wikanto)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Harga Saham Turun Jadi Rp 705, Emiten Ini Akan Bayar Dividen Rp 3.500/Lot
Tag: #tebar #dividen #investor #dapat #3500 #simak #jadwalnya