Ifishdeco (IFSH) Raup Laba Rp 106,5 Miliar pada 2025, Siapkan Ekspansi Tambang
Emiten tambang nikel PT Ifishdeco Tbk (IFSH) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Luar Biasa-RUPST dan 2025. (Dok. IFSH)
09:04
19 Mei 2026

Ifishdeco (IFSH) Raup Laba Rp 106,5 Miliar pada 2025, Siapkan Ekspansi Tambang

- Emiten tambang nikel dan silika PT Ifishdeco Tbk (IFSH) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan sekitar Rp 1 triliun atau meningkat 2,90 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan pendapatan turut mendorong pertumbuhan laba bersih perseroan. Laba tahun berjalan tercatat sebesar Rp 106,5 miliar atau naik 6,39 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Direktur Ifishdeco Iwan Luison mengatakan, pertumbuhan kinerja didukung efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang berjalan efektif sepanjang tahun lalu.

Ia menyebut laba per saham atau earning per share (EPS) perseroan tercatat sebesar Rp 37,51 per lembar saham.

Baca juga: Emiten Tambang Nikel IFSH Bukukan Penjualan Rp 972,71 Miliar Sepanjang 2024

Struktur keuangan dinilai solid

Dari sisi neraca keuangan, total aset IFSH naik 5,2 persen menjadi Rp 1,06 triliun. Sementara total liabilitas turun 13,1 persen menjadi Rp 147,6 miliar dan total ekuitas meningkat 9 persen menjadi Rp 913,1 miliar.

“Perseroan menilai struktur keuangan saat ini cukup solid dengan porsi ekuitas mencapai 86,1 persen dari total aset. Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang lebih luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi usaha,” ujar Iwan saat konferensi pers, Senin (18/5/2026).

Pada sektor operasional, IFSH mengelola dua komoditas utama, yakni nikel dan silika atau pasir kuarsa.

Volume penjualan nikel sepanjang 2025 mencapai 1,29 juta metric ton (MT) atau sekitar 59 persen dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025.

Sementara untuk komoditas silika, volume penjualan mencapai 978 ribu MT atau sekitar 65 persen dari RKAB 2025.

Kinerja operasional perseroan juga dipengaruhi dinamika harga nikel global. Sepanjang 2025, rata-rata Harga Mineral Acuan (HMA) berada di level 15.177,12 dollar AS per ton, dengan harga tertinggi mencapai 16.126,33 dollar AS per ton pada April 2025.

Baca juga: Saham Emiten Nikel IFSH Disuspensi BEI, Tetap Laporkan Kinerja 2025

IFSH Siapkan ekspansi dan diversifikasi usaha

Presiden Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq mengatakan perseroan terus menjaga kinerja melalui operasi yang efisien dan bertanggung jawab.

“Komitmen kami menghadirkan kinerja terbaik melalui operasi bertanggung jawab, efisien, dan inovatif,” ujar Ishaq.

Di sisi keberlanjutan, IFSH telah menempatkan jaminan reklamasi sebesar Rp 52 miliar untuk periode 2011-2025. Hingga Maret 2026, luas area penanaman pohon mencapai 177 hektare.

Memasuki 2026, perseroan menyiapkan tiga fokus utama pertumbuhan.

Pertama, optimalisasi pemanfaatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) melalui penerapan Good Mining Practice (GMP). Kedua, pengembangan usaha baru melalui penanaman kelapa.

Ketiga, perseroan membuka peluang pertumbuhan anorganik, termasuk melalui potensi akuisisi tambang baru guna mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Diversifikasi bisnis dan ekspansi lahan menjadi salah satu fokus utama perseroan pada tahun ini.

Ifishdeco menilai pasar nikel nasional masih prospektif. Kebutuhan nikel Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 220 juta MT seiring pertumbuhan industri hilirisasi di dalam negeri.

Perseroan juga terus bertransformasi menjadi perusahaan mineral kritis terintegrasi dengan fokus pada pengelolaan risiko dan penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Tag:  #ifishdeco #ifsh #raup #laba #1065 #miliar #pada #2025 #siapkan #ekspansi #tambang

KOMENTAR