Harga Telur Anjlok, Kementan Janji Berpihak Ke Peternak
Ilustrasi harga telur.(KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN)
19:32
9 Mei 2026

Harga Telur Anjlok, Kementan Janji Berpihak Ke Peternak

- Kementerian Pertanian (Kementan) berjanji akan berpihak ke peternak yang dihadapkan pada anjloknya harga telur.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga stabilitas harga telur agar usaha peternakan rakyat bisa terus berlanjut.

“Arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman sangat jelas, negara harus hadir menjaga peternak rakyat agar tetap mampu berusaha dan berkembang,” ujar Agung sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (9/5/2026).

Agung mengatakan, pihaknya memahami tekanan yang dirasakan peternak karena anjloknya harga telur di tingkat produsen.

Menuruntya, Kementan bakal terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi peternak, kementerian lain, hingga para pengusaha guna menjaga rantai pasok dan permintaan telur.

Baca juga: Harga Telur di Magetan Anjlok, BGN: SPPG Optimalkan Menu Telur

Kementan juga akan mendorong telur di Magetan digunakan diserap dalam berbagai program pemenuhan gizi.

“Langkah ini penting agar harga di tingkat peternak dapat kembali bergerak lebih stabil,” katanya,” kata Agung.

Agung menekankan, produksi telur di tanah air cukup kuat untuk menopang ketahanan pangan nasional.

Telur diketahui menjadi salah satu komoditas pangan yang sudah mencapai swasembada bahkan telah diekspor ke negara lain.

Pemerintah menyadari peran strategis peternak telur sehingga mereka harus dijaga melalui penguatan tata niaga dan distribusi.

“Yang perlu diperkuat adalah tata niaga, distribusi, dan hilirisasi agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh peternak rakyat,” tutur Agung.

Dalam keterangan yang sama, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) makmun, mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan produk olahan dari telur.

Di sisi lain, pihaknya melihat konsumsi telur masyarakat masih bisa ditingkatkan sehingga serapan produk peternakan bertambah.

“Kami optimistis konsumsi telur nasional masih sangat potensial untuk terus ditingkatkan,” kata Makmun.

Perwakilan peternak ayam petelur di Magetan , Teguh Wahyudi yang mengeluhkan harga jual telur dibawah harga HET. Perusahaan besar yang jadi competitor serta mahalnya harga pakan membuat peternak ayam petelur di Magetan kesulitan bertahan.,KOMPAS.COM/SUKOCO Perwakilan peternak ayam petelur di Magetan , Teguh Wahyudi yang mengeluhkan harga jual telur dibawah harga HET. Perusahaan besar yang jadi competitor serta mahalnya harga pakan membuat peternak ayam petelur di Magetan kesulitan bertahan.,

Sebelumnya, peternak telur di Magetan membagikan tiga ton telur secara gratis di kawasan Alun-Alun dan Masjid Agung Baitussalam Magetan.

Aksi itu merupakan bentuk protes karena harga telur yang anjlok dan tidak seimbang dengan biaya produksi.

Harga telur tingkat produsen di Magetan saat ini hanya Rp 22.000 sampai Rp 22.800 per kilogram.

Padahal, Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat produsen Rp 26.500 per kilogram dan HAP tingkat konsumen Rp 30.000 per kilogram.

Tidak hanya menggelar aksi, para peternak juga menggeruduk Dinas Peternakan Magetan.

Selain mengeluhkan harga jual di bawah harga pokok produksi (HPP) mereka juga mengeluhkan serapan dapur MBG.

SPPG di Magetan menurut mereka baru menyerap 60 persen hasil produksi peternak.

“Kalau ini tidak segera diatasi, stok akan semakin banyak dan harga bisa makin jatuh,” kata salah seorang peternak, Teguh Wahyudi usai mediasi di Dinas Peternakan Magetan, Selasa (6/5/2026).

Tag:  #harga #telur #anjlok #kementan #janji #berpihak #peternak

KOMENTAR