Harga Telur di Magetan Anjlok, BGN: SPPG Optimalkan Menu Telur
Ilustrasi harga telur.(KOMPAS.com/HANDHIKA RAHMAN)
10:44
9 Mei 2026

Harga Telur di Magetan Anjlok, BGN: SPPG Optimalkan Menu Telur

Badan Gizi Nasional (BGN) memerintahkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur memaksimalkan penggunaan telur dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perintah ini disampaikan menyusul harga telur ayam ras di Kabupaten magetan, Jawa Timur yang anjlok dan mendorong peternak menggelar aksi damai beberapa hari kemarin.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya memahami kesulitan peternak menghadapi kemahalan harga pakan dan anjloknya harga telur.

"Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen," kata Nanik dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Magetan Geruduk Dinas Peternakan

Nanik mengatakan, penggunaan telur pada menu MBG mendorong serapan produksi peternak lokal.

Setelah berkoordinasi dengan BGN, kata Nanik, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten magetan sepakat akan menggunakan telur ayam ras dalam sebagai menu makanan tiga kali dalam seminggu.

Jumlah itu meningkat dibanding sebelumnya yang menggunakan menu telur dua kali dalam seminggu.

Menurut Nanik, strategi ini diterapkan agar harga telur naik seiring permintaan yang meningkat.

“Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur," ujar Nanik.

Menurut Nanik, selama ini SPPG di Magetan membeli telur dari peternak setempat. Mereka tidak mengambil telur dari peternak di luar daerah.

Kebijakan itu dinilai bisa mendorong ekonomi masyarakat setempat berputar.

Sebagaimana diketahui, peternak telur di Magetan menggelar aksi damai dengan membagikan tiga ton telur secara gratis di kawasan Alun-Alun dan Masjid Agung Baitussalam Magetan.

Aksi itu merupakan bentuk protes karena harga telur yang anjlok dan tidak seimbang dengan biaya produksi.

Harga telur tingkat kandang di Magetan saat ini hanya Rp 22.000 sampai Rp 22.800 per kilogram.

Padahal, Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat produsen Rp 26.500 per kilogram dan HAP tingkat konsumen Rp 30.000 per kilogram.

Tidak hanya menggelar aksi, para peternak juga menggeruduk Dinas Peternakan Magetan.

Selain mengeluhkan harga jual di bawah harga pokok produksi (HPP) mereka juga mengeluhkan serapan dapur MBG.

SPPG di Magetan menurut mereka baru menyerap 60 persen hasil produksi peternak.

“Kalau ini tidak segera diatasi, stok akan semakin banyak dan harga bisa makin jatuh,” kata salah seorang peternak, Teguh Wahyudi usai mediasi di Dinas Peternakan Magetan, Selasa (6/5/2026).

Baca juga: Mentan Amran Klaim MBG Bikin Harga Telur Ayam Stabil

Tag:  #harga #telur #magetan #anjlok #sppg #optimalkan #menu #telur

KOMENTAR