Konflik AS-Iran Mereda, Harga Emas Menguat dan Dollar AS Melemah
Ilustrasi harga emas dunia.(DOK. Pixabay/Global_Intergold.)
13:52
7 Mei 2026

Konflik AS-Iran Mereda, Harga Emas Menguat dan Dollar AS Melemah

– Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (7/5/2026), setelah mencatat kenaikan harian terbesar sejak akhir Maret.

Optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu faktor pendorong utama kenaikan logam mulia tersebut.

Mengutip Bloomberg, harga emas di pasar spot tembus di atas level 4.700 dollar AS per ons setelah melonjak sekitar 3 persen pada perdagangan Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Bank BSN Hadirkan KPR Bonus Emas, Rumah dan Investasi Sekaligus

Penguatan harga emas terjadi seiring meredanya kekhawatiran inflasi akibat penurunan harga energi. Harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran turut menekan harga minyak dunia, sehingga memengaruhi penurunan imbal hasil obligasi AS.

Pada saat yang sama, nilai tukar dollar AS melemah kembali ke level sebelum pecahnya konflik. Kondisi tersebut menjadi sentimen positif bagi emas yang dihargakan dalam mata uang AS dan tidak memberikan imbal hasil bunga.

Laporan Bloomberg menyebutkan Iran tengah mengevaluasi proposal terbaru dari AS untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir 10 pekan.

China juga ikut menambah tekanan diplomatik global agar kedua negara segera menghentikan konflik.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melonjak, Harapan Perdamaian AS-Iran Redakan Kekhawatiran Inflasi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026. Trump Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Apa Makna di Baliknya?AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berbicara dalam konferensi pers di Brady Briefing Room, Gedung Putih, Washington DC, sesaat setelah insiden penembakan makan malam pada 25 April 2026. Trump Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz, Apa Makna di Baliknya?

Presiden AS, Donald Trump beberapa kali menyatakan bahwa kesepakatan damai sudah dekat, meskipun hingga kini belum ada realisasi konkret.

Dalam unggahan media sosial pada Rabu, Trump mengatakan AS akan menghentikan operasi militernya dan membuka blokade Selat Hormuz apabila Iran menyetujui poin-poin kesepakatan yang telah dibahas.

“Berita mengenai potensi kesepakatan damai mendorong penguatan logam mulia dan logam dasar pagi ini,” tulis analis TD Securities, Ryan McKay, dalam catatannya.

Namun, ia mengingatkan bahwa situasi masih sangat rentan berubah karena tuntutan AS dan Iran dinilai belum banyak berubah dibanding proposal sebelumnya.

Meski pasar mulai merespons positif peluang perdamaian, sejumlah pejabat bank sentral AS masih mengingatkan risiko inflasi.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 7 Mei 2026 Naik, Cek Rinciannya

Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee dan Presiden The Fed, St. Louis Alberto Musalem menilai inflasi masih berada di atas target 2 persen.

Sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu, harga emas tercatat turun sekitar 11 persen.

Penutupan Selat Hormuz sebelumnya sempat memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi tinggi yang berpotensi membuat suku bunga bertahan lebih lama di level tinggi.

Pada perdagangan Kamis siang di Singapura, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi 4.701,96 dollar AS per ons. Sementara itu, harga perak naik 0,6 persen menjadi 77,83 dollar AS setelah sehari sebelumnya melonjak 6,2 persen.

Di sisi lain, harga platinum tercatat melemah, sedangkan palladium menguat. Adapun indeks dollar AS Bloomberg terpantau stabil setelah turun 0,6 persen pada sesi sebelumnya.

Tag:  #konflik #iran #mereda #harga #emas #menguat #dollar #melemah

KOMENTAR