Belum Setimpal, Trump Urung Terima Proposal Damai Iran
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjoget ringan setelah berpidato mengenai pajak dan Keamanan Sosial di The Villages, Negara Bagian Florida, 1 Mei 2026.(AFP/JIM WATSON)
06:12
4 Mei 2026

Belum Setimpal, Trump Urung Terima Proposal Damai Iran

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui belum meninjau rumusan pasti dari proposal perdamaian baru Iran.

Namun, kemungkinan besar Trump tidak akan menerimanya, karena Iran dinilai belum membayar harga yang setimpal.

Trump justru secara terbuka membuka kemungkinan memulai kembali serangan udara.

Sinyal ini muncul ketika Trump berupaya mengakhiri perang yang dilancarkannya lebih dari dua bulan lalu.

Baca juga: Blokade AS Paksa Iran Pakai Kapal Tanker Tua untuk Tampung Minyak

Pada Minggu (3/5/2026), Israel memerintahkan ribuan warga untuk meninggalkan desa-desa di Lebanon selatan.

Hal ini dipicu oleh sebuah eskalasi perang antara Israel dan sekutu Iran, Hizbullah, yang telah berlangsung paralel dengan perang Iran dan dapat semakin memperumit upaya perdamaian yang lebih luas.

Iran mengatakan pembicaraan dengan Washington tidak dapat dilanjutkan kecuali gencatan senjata juga berlaku di Lebanon.

Kawasan itu diinvasi Israel pada Maret untuk menyerang Hizbullah setelah kelompok Lebanon yang didukung Iran itu menembak melintasi perbatasan untuk mendukung Teheran.

Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata terpisah bulan lalu, tetapi pertempuran terus berlanjut, meskipun dalam skala yang lebih kecil.

Militer Israel mengeluarkan peringatan mendesak pada hari Minggu kepada penduduk 11 kota dan desa di Lebanon selatan, Israel mendesak untuk mengosongkan rumah mereka dan pindah setidaknya 1.000 meter ke area terbuka.

Militer mengatakan, pihaknya sedang melakukan operasi terhadap Hizbullah menyusul apa yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata, dan memperingatkan siapa pun yang berada di dekat pejuang atau fasilitas Hizbullah dapat berisiko.

Baca juga: Kapal Tanker Iran Lolos Blokade AS, Kini Menuju Kepulauan Riau

Perdamaian belum tampak

Amerika Serikat dan Israel menghentikan kampanye pengeboman terhadap Iran empat pekan lalu, tetapi tampaknya belum juga mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Dalam unggahannya di media sosial, Trump menulis: “Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirimkan Iran kepada kami, tetapi saya tidak dapat membayangkan bahwa rencana itu dapat diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup mahal atas apa yang telah mereka lakukan terhadap umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir,” tulis dia.

Pada Sabtu (2/5/2026), seorang pejabat senior Iran mengatakan proposal Iran pertama-tama akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz dan mengakhiri blokade AS terhadap Iran. Sementara itu, pembicaraan tentang program nuklir Iran akan ditunda hingga nanti.

Meskipun telah mengatakan tidak puas dengan proposal Iran, Trump mengatakan pada belum mendengar semua detailnya pada Sabtu lalu.

“Mereka memberi tahu saya tentang konsep kesepakatan itu. Mereka akan memberi saya kata-kata persisnya sekarang," ungkap dia.

Usulan Iran tak selaras dengan tuntutan AS

Usulan Iran untuk menunda pembicaraan mengenai isu nuklir hingga waktu yang lebih kemudian tampaknya bertentangan dengan tuntutan berulang Washington.

AS diketahui meminta agar Iran menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya tinggi lebih dari 400 kg sebagai syarat untuk mengakhiri perang.

Washington mengatakan uranium tersebut dapat digunakan untuk membuat bom. Iran mengatakan program nuklirnya bersifat damai, tetapi bersedia membahas pembatasan program tersebut sebagai imbalan atas pencabutan sanksi, seperti yang disepakati dalam kesepakatan 2015 yang kemudian ditinggalkan oleh Trump.

Pada pekan lalu, Teheran mengusulkan untuk membuka kembali selat tersebut sebelum masalah nuklir diselesaikan.

Pejabat senior Iran tersebut mengkonfirmasi, jadwal baru ini sekarang telah diuraikan dalam proposal formal yang disampaikan kepada Amerika Serikat melalui mediator.

Meskipun berulang kali mengatakan tidak terburu-buru, Trump berada di bawah tekanan domestik untuk mematahkan cengkeraman Iran di selat tersebut.

Kondisi ini membuat 20 persen pasokan minyak dan gas dunia tercekik dan mendorong kenaikan harga bensin AS.

Partai Republik Trump menghadapi risiko reaksi negatif dari pemilih atas harga yang lebih tinggi ketika negara tersebut mengadakan pemilihan kongres paruh waktu pada bulan November.

Di sisi lain, sebuah media Iran mengatakan proposal 14 poin Teheran mencakup penarikan pasukan AS dari wilayah sekitar Iran, pencabutan blokade, pembebasan aset Iran yang dibekukan, pembayaran kompensasi, pencabutan sanksi, dan pengakhiran perang di semua front, termasuk Lebanon, serta mekanisme kontrol baru untuk selat tersebut.

Iran telah memblokir hampir semua pengiriman dari Teluk, kecuali pengiriman dari negaranya sendiri, selama lebih dari dua bulan. Bulan lalu, AS memberlakukan blokade sendiri terhadap kapal-kapal yang masuk ke pelabuhan Iran.

Pejabat senior Iran tersebut mengatakan, Teheran percaya proposal terbarunya untuk menunda pembicaraan nuklir ke tahap selanjutnya merupakan perubahan signifikan yang bertujuan untuk memfasilitasi kesepakatan.

“Dalam kerangka kerja ini, negosiasi mengenai isu nuklir yang lebih rumit telah dipindahkan ke tahap akhir untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif,” kata pejabat itu.

Tag:  #belum #setimpal #trump #urung #terima #proposal #damai #iran

KOMENTAR