QRIS Jadi Kunci Usaha Mikro dan Kecil Naik Kelas di Era Digital
Toko kelontong sudah menerapkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS(KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN )
13:04
2 Mei 2026

QRIS Jadi Kunci Usaha Mikro dan Kecil Naik Kelas di Era Digital

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mendorong pelaku usaha mikro kecil (UMK) memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bagian dari penguatan daya saing di era digital.

Ia menilai digitalisasi sistem pembayaran menjadi keniscayaan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurut Misbakhun, Bank Indonesia (BI) telah menggagas dan menghadirkan QRIS sebagai solusi praktis, aman, dan efisien untuk mendukung transaksi masyarakat, termasuk pelaku UMK.

Baca juga: QRIS Livin’ by Mandiri Kini Bisa Dipakai di China, Transaksi Tanpa Tukar Uang

“QRIS hadir tidak hanya untuk mempermudah transaksi, tetapi juga untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Dengan QRIS, pelaku UMK bisa naik kelas karena memiliki pencatatan keuangan yang lebih baik dan akses pembiayaan yang lebih terbuka,” ujar Misbakhun dalam keterangannya, pada acara Publik Bicara BSBIQRIS Akselerator Transaksi Digital dan Perkuat Daya Saing UMK, ditulis pada Minggu (2/5/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) M Nawir Messi, serta anggota BSBI Irwan Lubis dan Mohamad Khusaini.

Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku UMK di Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari sosialisasi penggunaan QRIS.

Dalam paparannya, Misbakhun menjelaskan bahwa QRIS yang diluncurkan pada 17 Agustus 2019 akan terus berkembang.

Baca juga: QRIS Resmi Bisa Digunakan di China, Bos BI: Cukup Gunakan Ponsel, Anda Bisa Beli Apa Saja...

Ia menyebut, ke depan penggunaan QRIS tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga diarahkan untuk mendukung transaksi lintas negara.

Dia meyakini perluasan jangkauan QRIS dapat meningkatkan daya saing UMK Indonesia, termasuk dalam menjangkau pasar global.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad MisbakhunKOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun

“Dengan semakin luasnya adopsi QRIS, kami berharap UMK di daerah, termasuk di Kabupaten Pasuruan, bisa lebih terhubung dengan ekosistem ekonomi digital dan memanfaatkan peluang pasar yang lebih besar,” kata Misbakhun.

Selain mendorong pemanfaatan, Misbakhun juga menekankan aspek keamanan dalam penggunaan QRIS. Ia memastikan pelaku UMK tidak perlu khawatir terhadap keamanan transaksi digital.

Baca juga: BCA Layani Transaksi QRIS Antarnegara di Korea Selatan, Simak Caranya Via Aplikasi myBCA dan BCA Mobile

Menurut dia, BI sebagai otoritas moneter terus membangun ekosistem pembayaran digital yang inklusif sekaligus aman.

QRIS dinilai sebagai sistem pembayaran yang sesuai dengan kondisi Indonesia, baik dari sisi infrastruktur maupun perlindungan transaksi.

“QRIS juga memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Masyarakat tidak perlu lagi bergantung pada uang tunai, sehingga risiko kehilangan maupun kesalahan dalam transaksi dapat diminimalkan,” ujar Misbakhun.

Tag:  #qris #jadi #kunci #usaha #mikro #kecil #naik #kelas #digital

KOMENTAR