Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi
Insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. (Suara.com/Lilis Varwati)
08:32
28 April 2026

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, angkat bicara terkait insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi. Mantan Ketua Kadin Indonesia ini menyampaikan rasa duka cita mendalam serta keprihatinan atas peristiwa yang mengganggu mobilitas transportasi tersebut.

"Kami menyampaikan duka dan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Simpati sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang, keluarga, serta petugas yang terdampak," ujar Rosan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Sebagai nakhoda badan pengelola investasi dan aset negara, Rosan bergerak cepat dengan memastikan koordinasi lintas sektoral berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini bukanlah pada kerugian materiil atau teknis, melainkan keselamatan manusia di lapangan.

Rosan mengungkapkan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) guna memantau perkembangan situasi secara real-time.

"Saat ini, kami tengah mengarahkan dan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) berfokus pada proses evakuasi dan penanganan di lapangan dengan mengutamakan pertolongan pertama," tambah Rosan.

Lebih lanjut, ia menjamin bahwa transparansi informasi akan tetap terjaga. Pembaruan data mengenai proses evakuasi akan diberikan secara berkala agar penanganan dampak kecelakaan dapat dilakukan secara efektif, cepat, dan terukur. Langkah ini diambil guna meminimalkan gangguan pada layanan publik di jalur sibuk tersebut.

Disisi lain Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin mengungkapkan masih ada tiga penumpang yang terperangkap dalam gerbong KRL yang tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek.

"Dan yang ada masih terperangkap itu ada sekitar 3 orang yang terperangkap di dalam kereta," ujarnya di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Bobby mengakui, proses evakuasi memang cukup lama hingga 8 jam setelah terjadinya tabrakan ini. Hal ini, karena proses evakuasi dilakukan secara hati-hati.

"Evakuasi ini terus terang cukup lama, selama 8 jam dan kita lakukan hati-hati sekali.Sangat hati-hati sekali, nanti Pak Kepala Basarnas yang akan menjelaskan teknis pelaksanaan kehati-hatian kita dalam melaksanakan evakuasi dari korban," katanya.

Namun demikian, Bobby memastikan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek telah dievakuasi.

"Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan. Jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke stasiun Bekasi," ucapnya.

Editor: Mohammad Fadil Djailani

Tag:  #danantara #buka #suara #soal #kecelakaan #kereta #bekasi

KOMENTAR