Bidik Laba Bersih Rp 2,2 Triliun di 2026, Krakatau Steel Lakukan Pembenahan Internal
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Muhammad Akbar Djohan dalam media briefing di Jakarta, Senin (27/4/2026).(KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
20:12
27 April 2026

Bidik Laba Bersih Rp 2,2 Triliun di 2026, Krakatau Steel Lakukan Pembenahan Internal

- PT Krakatau Steel (Persero) Tbk membidik laba bersih sebesar 129 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,2 triliun (asumsi kurs Rp 17.200 per dollar AS) pada 2026.

Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar Djohan mengatakan, perusahaan menargetkan pada tahun ini bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 20 triliun, di mana laba bersih yang dikantongi bisa sebesar 10 persen dari nilai pendapatan atau sekitar Rp 2 triliun.

"Kalau kita ambil target 10 persen dari (target) pendapatan Rp 20 triliun, itu harusnya menjadi standar minimum laba bersih Krakatau Steel di tahun 2026 ini," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Dari sisi operasional, emiten berkode KRAS ini pun menargetkan penjualan baja domestik sebesar 1,2 juta ton per tahun.

Baca juga: BTPN Syariah (BTPS) Bukukan Laba Bersih Rp 319 Miliar pada Kuartal I 2026

Menurut Akbar target itu disusun dengan mempertimbangkan kondisi riil perusahaan, terutama ketersediaan bahan baku.

Meski memiliki kapasitas terpasang hingga 3 juta ton, perseroan memilih tetap bersikap rasional.

Untuk mencapai target tersebut, Krakatau Steel tengah melakukan pembenahan internal secara menyeluruh, termasuk pada anak-anak usaha dan perusahaan patungan (joint venture/JV) yang kontribusinya masih negatif.

"Secara internal kami benahi, baik dari anak perusahaan, JV maupun eksternal. Ini PR (pekerjaan rumah) besarnya Krakatau Steel hari ini," kata dia.

Adapun optimisme tercapainya kinerja positif tahun ini didukung dengan capaian perusahaan membukukan pendapatan sebesar 262,4 juta atau setara Rp 4,5 triliun (asumsi kurs Rp 17.216 per dollar AS) di kuartal I-2026, dengan mengantongi laba bersih sebesar 4,6 juta dollar atau setara Rp 79,2 miliar.

Hingga akhir Maret 2026, total produksi Krakatau Steel mencapai 360.000 ton.

Kinerja ini didorong beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, di mana pabrik Hot Strip Mill (HSM) berkontribusi sebesar 230.000 ton dan pabrik Cold Rolling Mill (CRM) sebesar 130.000 ton.

Akbar menambahkan, perbaikan kinerja Krakatau Steel tidak lepas dari tambahan modal yang diperoleh dari Danantara pada akhir 2025.

Nilai suntikan modal tersebut mencapai 295 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,9 triliun.

Dana itu sebagian besar digunakan untuk modal kerja, khususnya pembelian bahan baku yang sebelumnya menjadi kendala utama perusahaan.

"Kami fokus memastikan setiap lini produksi berjalan dengan efisien, agar dapat menghasilkan produk baja yang lebih kompetitif dan dapat bersaing di pasar. Dengan fondasi yang lebih sehat ini, kami optimis Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah yang berkelanjutan," tutup Akbar.

Baca juga: Laba Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Tembus 137 Juta Dollar AS, Sinyal Positif Energi Panas Bumi

Tag:  #bidik #laba #bersih #triliun #2026 #krakatau #steel #lakukan #pembenahan #internal

KOMENTAR