Meta-Microsoft Bakal PHK 20.000 Karyawan, Awal Krisis Imbas AI?
Ilustrasi kantor pusat Microsoft. Polisi Redmond, Washington DC, AS pada Rabu (26/8/2025) menangkap 18 orang dalam unjuk rasa pro-Palestina di kantor pusat Microsoft. Massa menuntut Microsoft putus kerja sama dengan Israel.()
18:04
26 April 2026

Meta-Microsoft Bakal PHK 20.000 Karyawan, Awal Krisis Imbas AI?

 - Perusahaan teknologi, Meta dan Microsoft mengungkapkan peluang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 20.000 karyawan pada Kamis (24/4/2026).

Pengumuman itu disampaikan beberapa bulan setelah Amazon memecat 16.000 karyawannya pada awal 2026 kemarin.

Meta mengumumkan kabar PHK melalui memo, menyebut akan memberhentikan 10 persen dari total karyawan atau sekitar 8.000 pekerjaan pada 20 Mei mendatang.

Meta juga mengumumkan, rencana rekrutmen 6.000 karyawan baru dibatalkan.

“Semua bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk menjalankan perusahaan secara lebih efisien dan untuk memungkinkan kami mengimbangi investasi lain yang kami lakukan,” bunyi memo tersebut sebagaimana dikutip dari CNBC, Minggu (26/4/2026).

Baca juga: Gelombang PHK Raksasa Teknologi, Sinyal Tekanan Baru Ekonomi AS

Selain Meta dan Microsoft, banyak perusahaan merogoh uang ratusan miliar dollar Amerika Serikat (AS) per tahun guna membangun infrastruktur kecerdasan buatan.

Mereka menggenjot produksi karena berupaya memenuhi permintaan layanan artificial intelligence (AI) yang naik tajam.

Namun, perusahaan-perusahaan itu kini justru mengurangi karyawannya karena ingin menerapkan efisiensi dengan menggunakan AI.

Baca juga: Jumlah PHK Capai 8.389 Orang pada Kuartal I 2026, Paling Banyak di Jawa Barat

Perusahaan AS yang Lakukan PHK

Tidak sedikit ekonom dan pakar industri cemas, saat ini dunia sudah dilanda krisis ketenagakerjaan menyusul masifnya penggunaan AI di perusahaan-perusahaan AS.

Laporan Layoffs.fyi, startup yang melacak kasus PHK melaporkan, sejak awal 2026 hingga pekan ini lebih dari 92.000 pekerja di sektor teknologi mengalami PHK.

Kasus itu menambah daftar panjang daftar PHK yang mencapai 900.000 kasus sejak 2020.

Perusahaan teknologi AS, Snap juga telah mengumumkan PHK 16 persen atau 1.000 karyawannya pada bulan Maret.

Baca juga: Meta PHK 8.000 Pekerja Saat Investasi AI Melonjak

CEO Snap, Evan Spiegel mengatakan, pemangkasan karyawan itu dilakukan karena didorong penggunaan AI.

Perusahaan perangkat lunak AS, Salesforce juga mengumumkan PHK 4.000 karyawan pada September lalu.

CEO Salesforce Marc Benioff mengaku PHK itu dilandasi kebutuhan.

“Saya butuh lebih sedikit orang,” kata dia.

Perusahaan teknologi AS lainnya, Oracle juga telah melakukan PHK ribuan karyawannya pada Maret kemarin.

Perusahaan itu terdampak gelombang penggunaan AI. Di sisi lain, mereka mencoba berkompetisi melawan perusahaan produsen AI.

Analis dari TD Cowen menyebut, pada Januari lalu, PHK 20.000 sampai 30.000 karyawan di Oracle meningkatkn arus kas besar hingga 8 miliar sampai 10 miliar dollar AS di.

Nilai itu setara dengan Rp 138 hingga Rp 172,5 triliun dengan asumsi RP 17.252,7 per dollar AS.

Apakah Dampak AI Permanen?

Pakar Kepemimpinan Anthony Tuggle, menyebut fenomena itu bukan fenomena yang akan terjadi dalam sementara waktu.

“Kita sedang menyaksikan awal dari transformasi permanen dalam cara kerja diorganisasikan dan dieksekusi di berbagai industri,” ujar Anthony.

Sejak ChatGPT diluncurkan OpenAI pada akhir 2022 lalu, teknologi itu menunjukkan kemampuan AI.

Rasa khawatir lalu semakin meningkat ketika asisten AI, Claude bisa mengerjakan seluruh divisi bisnis.

Meski sejumlah pihak menyebut AI akan membuka lapangan kerja untuk manusia, namun pada kenyataannya bentuk pekerjaan itu belum jelas.

Sementara, sejak AI mulai digunakan rekrutmen jenis pekerjaan tertentu semakin lambat.

Kajian Motion Recruitment tahun 2026 mengungkapkan, rekrutmen posisi teknisi teknologi dan informasi (TI) menurun.

Di sisi lain, gaji karyawan di bidang teknologi sebagian besar juga mandek jika dibandingkan tahun lalu.

Sebaliknya, gaji pekerjaan yang spesifik seperti insinyur atau developer AI justru meningkat.

CO CHef Robotics Rajat Bhageria, membenarkan AI mungkin bakal menciptakan lapangan kerja. Namun, bentuknya sampai saat ini belum pasti.

"Kita baru mulai memahami seberapa banyak pekerjaan harian kita yang dapat ditangani AI untuk kita di berbagai jenis pekerjaan," kata Bhageria.

Tag:  #meta #microsoft #bakal #20000 #karyawan #awal #krisis #imbas

KOMENTAR