Purbaya Sebut Pemerintah Masuk Mode Survival, Apa Itu? Simak Penjelasan Ekonom
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )
11:20
24 April 2026

Purbaya Sebut Pemerintah Masuk Mode Survival, Apa Itu? Simak Penjelasan Ekonom

- Pemerintah mengubah cara kerja dalam mengelola ekonomi di tengah tekanan global.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, arah kebijakan kini tidak lagi berjalan seperti biasa, melainkan masuk dalam “mode bertahan” untuk menjaga pertumbuhan tetap tinggi.

“Saya mau jelaskan, di kepala Presiden, kita sekarang berada dalam kondisi survival, jadi bukan business as usual," ujarnya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta.

Baca juga: Purbaya: Pemerintah Masuk Mode Survival demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli

Apa itu ekonomi mode survival?

Istilah mode survival yang digunakan pemerintah dalam menggambarkan kondisi ekonomi belakangan ini menuai perhatian.

Sejumlah ekonom menilai istilah tersebut perlu dijelaskan secara hati-hati agar tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat.

Pengamat Ekonomi Universitas Andalas Syarifudin Karimi mengatakan, dalam perspektif ekonomi, mode survivalberarti pemerintah sedang menempatkan perekonomian dalam kondisi siaga untuk menjaga berbagai indikator penting.

Survival mode dalam perspektif ekonomi berarti pemerintah menempatkan perekonomian dalam status kewaspadaan tinggi untuk menjaga pertumbuhan, daya beli, penerimaan negara, belanja publik, investasi, dan lapangan kerja,” ujarnya kepada Kompas.com pada Jumat (24/4/2026).

Namun, Syarifudin mengingatkan bahwa penggunaan istilah tersebut berisiko menimbulkan persepsi negatif, seolah-olah ekonomi Indonesia sudah masuk fase krisis.

Menurut Syarifudin, pemerintah perlu berhati-hati dalam menyampaikan pesan ke publik karena istilah seperti “survival mode” bisa dibaca sebagai sinyal bahaya oleh pelaku ekonomi.

Ia menilai, stabilitas ekonomi tidak cukup dibangun dengan jargon, melainkan harus disertai kejelasan kebijakan dan komunikasi yang terukur.

“Stabilitas membutuhkan kejelasan arah, konsistensi fiskal, pengendalian inflasi, perlindungan daya beli, dan pesan publik yang menenangkan,” katanya.

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Freepik Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai istilah “survival mode” mencerminkan perubahan arah kebijakan pemerintah.

“Yang saya fahami, “survival mode” yang dimaksud adalah cerminan dilakukan pergeseran orientasi kebijakan dari ekspansi ke stabilisasi,” ujarnya kepada Kompas.com pada Jumat (24/4/2026).

Menurut Rizal, pemerintah kini tidak lagi mendorong pertumbuhan secara agresif, melainkan fokus menjaga ekonomi tetap stabil di tengah tekanan global.

“Artinya, prioritas diarahkan pada menjaga daya beli minimum, stabilitas fiskal, dan meredam risiko, bukan mendorong lonjakan pertumbuhan,” jelasnya.

Ia menilai, strategi ini memang diperlukan untuk menjaga stabilitas, tetapi ada konsekuensi yang harus dihadapi.

“Dengan demikian, fase survival mode adalah strategi bertahan untuk menjaga stabilitas, tetapi konsekuensinya pertumbuhan menjadi moderat dan perbaikan kesejahteraan melambat,” ujarnya.

Rizal menambahkan, kondisi ini lebih bersifat antisipatif dibanding krisis sebelumnya.

Pemerintah berupaya mencegah tekanan ekonomi memburuk, bukan merespons krisis yang sudah terjadi.

Meski tidak mengarah pada krisis, dampaknya tetap terasa bagi masyarakat, terutama kelas menengah yang menghadapi tekanan biaya hidup.

Menurut dia, perlambatan juga bisa terjadi pada sektor riil, seperti UMKM, investasi, dan penciptaan lapangan kerja. “Jadi bukan kontraksi tajam, tetapi stagnasi yang membuat pemulihan berjalan lebih lambat,” kata Rizal.

Baca juga: Dari Washington ke Jakarta: Peringatan Keras Purbaya tentang Biaya Logistik 23 Persen

Tag:  #purbaya #sebut #pemerintah #masuk #mode #survival #simak #penjelasan #ekonom

KOMENTAR