Harga Emas Dunia Naik 2 Persen, Sentuh Rp 77 Juta per Ons
- Harga emas dunia menguat pada akhir perdagangan Selasa (14/4/2026) waktu Amerika Serikat. Penguatan ditopang pelemahan dollar AS dan harapan lanjutan negosiasi Amerika Serikat dengan Iran.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 2 persen menjadi 4.831,78 dollar AS per ons. Harga tersebut setara sekitar Rp 77,3 juta per ons dengan asumsi kurs Rp 16.000 per dollar AS.
Kontrak emas berjangka AS juga menguat. Harganya naik 1,7 persen ke level 4.850,10 dollar AS per ons atau sekitar Rp 77,6 juta per ons.
Pelemahan dollar AS membuat emas lebih terjangkau bagi investor global. Penurunan harga minyak ikut meredakan tekanan inflasi dan mendorong minat beli.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 15 April 2026 di Pegadaian Kompak Naik Lagi, Antam Tembus Rp 3 Juta per Gram
Sentimen pasar juga dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut pembicaraan untuk mengakhiri konflik dengan Iran berpotensi dilanjutkan di Pakistan dalam beberapa hari ke depan.
Pernyataan ini muncul setelah negosiasi sebelumnya gagal. Situasi tersebut sempat memicu blokade terhadap pelabuhan Iran.
"Arah pasar emas akan bergantung pada bagaimana pembicaraan di Pakistan berjalan dan sejauh mana kemajuan yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika ada kabar positif, harga logam akan terus naik," ujar Senior Market Strategist RJO Futures Bob Haberkorn.
Data ekonomi AS ikut memberi pengaruh. Inflasi produsen pada Maret tercatat lebih rendah dari perkiraan. Biaya jasa tidak mengalami perubahan signifikan.
Tekanan inflasi tetap ada akibat kenaikan harga energi. Konflik dengan Iran mendorong lonjakan harga minyak dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Warga Pilih Jual Emas di Pinggir Jalan Senen, Uang Cepat Cair Tanpa Ditanya Nota
Emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Daya tariknya menurun saat suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil.
Pelaku pasar kini menilai peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve sekitar 33 persen tahun ini. Angka ini lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya.
"Selama pasar tidak mulai secara serius mempertimbangkan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, yang sejauh ini belum terlihat, harga emas kemungkinan tidak akan turun jauh," tulis analis Commerzbank.