Industri Kripto Tumbuh, Peran Influencer Jadi Kunci Edukasi
Ilustrasi aset kripto. (SHUTTERSTOCK/CHINNAPONG)
14:20
11 April 2026

Industri Kripto Tumbuh, Peran Influencer Jadi Kunci Edukasi

— Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang berlangsung sepanjang April hingga Mei 2026.

Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, program edukasi ini hadir dengan cakupan yang lebih luas dan inklusif.

Kegiatan ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, akademisi, influencer, developer teknologi, hingga aparat penegak hukum.

Baca juga: Lonjakan Minat Kripto di Kalangan Anak Muda Dorong Pentingnya Literasi

Ilustrasi aset kripto. PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto.

BLK 2026 menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi digital nasional yang lebih merata, berkelanjutan, dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Dalam salah satu sesi panel, peran influencer dan konten kreator menjadi sorotan dalam ekosistem kripto.

Seiring meningkatnya konsumsi informasi digital, kelompok ini dinilai memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi sekaligus membentuk persepsi publik terhadap aset kripto.

Karena itu, BLK 2026 menekankan pelibatan influencer dan konten kreator untuk meminimalkan misinformasi serta mendorong literasi kripto secara lebih luas.

Baca juga: Transaksi Kripto Turun Awal 2026, Peluang Akumulasi Investor Mulai Terbuka

CEO INDODAX, William Sutanto, menyampaikan bahwa kehadiran influencer tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri kripto di Indonesia, namun tetap memerlukan standarisasi atau batasan yang jelas.

“Platform seperti Instagram, YouTube, Twitter, dan lainnya banyak dimanfaatkan oleh para influencer untuk menyampaikan berita. Namun di luar itu, ini juga menjadi ladang bisnis bagi para influencer, karena di dalamnya ada aktivitas pemasaran, distribusi informasi, serta edukasi,” ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (11/4/2026).

Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.PEXELS/RDNE STOCK PROJECT Ilustrasi aset kripto. Aturan pajak kripto baru resmi berlaku mulai 1 Agustus 2025.

Ia menambahkan, kontribusi influencer selama ini berperan penting dalam pertumbuhan industri kripto, khususnya dalam menjembatani kompleksitas informasi kepada masyarakat.

“Kripto merupakan topik yang tidak mudah karena cukup teknis, dan banyak sekali proyek di luar sana. Tanpa peran pihak yang mengedukasi masyarakat, pesan yang disampaikan berpotensi keliru atau tidak tersampaikan dengan baik. Ekosistem kripto di Indonesia pun tidak akan berkembang seperti saat ini tanpa kontribusi influencer dan konten kreator yang menggaungkan pasar kripto,” ungkapnya.

Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI Tembus 21,07 Juta, Industri Masih Menarik Meski Pasar Lesu

Namun demikian, William juga menyoroti perlunya penguatan pengawasan terhadap akun-akun anonim yang berpotensi menyebarkan misinformasi atau melakukan kampanye negatif.

Seiring berkembangnya industri, mulai muncul akun-akun anonim yang suaranya tidak dapat dipertanggungjawabkan namun memiliki pengaruh besar.

"Dalam beberapa kasus, termasuk yang dialami INDODAX, akun-akun tersebut melakukan pencemaran nama baik dan black campaign yang merugikan, baik bagi perusahaan maupun individu. Karena itu, diperlukan pengaturan dan pengawasan yang lebih ketat agar ekosistem kripto tetap sehat dan berintegritas,” ujarnya.

Menurut dia, di satu sisi peran influencer sangat membantu dalam menyebarkan pemahaman kepada masyarakat, namun di sisi lain tetap memerlukan pengaturan yang jelas untuk melindungi publik.

Baca juga: Penerimaan Pajak Kripto Rp 1,96 Triliun, INDODAX Setor Rp 907 Miliar

“Ketika berbicara tentang aset finansial, tidak dapat dipungkiri ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen tersebut secara merugikan. Oleh karena itu, saya sangat mendukung adanya pengaturan dari otoritas agar kondisi tetap terkendali dan masyarakat terlindungi," tutur William.

"Di sisi lain, langkah-langkah edukasi yang dilakukan oleh influencer dan konten kreator tetap perlu berjalan, selama memiliki batasan yang jelas dan tidak merugikan orang lain,” jelasnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, BLK 2026 juga menggandeng influencer dan konten kreator sebagai langkah konkret dalam memperkuat literasi dan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto.

Program ini turut menghadirkan rangkaian kegiatan edukasi di berbagai kota melalui diskusi dan workshop yang melibatkan komunitas, akademisi, developer, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: Transaksi Aset Kripto RI 2025 Capai Rp 482,23 Triliun, Turun 25,9 Persen

Mendukung inisiatif ini, INDODAX terus mendorong edukasi yang komprehensif melalui INDODAX Academy, serta menghadirkan platform yang aman dan transparan sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan literasi dan kepercayaan masyarakat terhadap industri kripto nasional.

Tag:  #industri #kripto #tumbuh #peran #influencer #jadi #kunci #edukasi

KOMENTAR