IHSG Dibuka Menguat 2,65 Persen ke Level 7.162 Pagi Ini
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (8/4/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.19 WIB, IHSG naik 2,65 persen atau 184,25 poin ke level 7.162,41.
Pada awal sesi, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 7.166,55 dan terendah 7.118,58.
Volume perdagangan tercatat 9,097 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 4,333 triliun dan frekuensi 368.900 kali. Sebanyak 495 saham menguat, 115 saham melemah, dan 348 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Dihantam Sentimen Global, Investor Ritel Keluar atau Bertahan?
Mayoritas indeks unggulan turut menguat. Indeks LQ45 naik 21,28 poin atau 3,03 persen ke level 722,94. Jakarta Islamic Index (JII) melonjak 12,96 poin atau 2,73 persen ke 487,38.
KOMPAS100 menguat 30,40 poin atau 3,17 persen ke 988,11, sementara ISSI naik 5,61 poin atau 2,25 persen ke 255,14. IDX30 terkerek 11,24 poin atau 2,94 persen ke 393,38, dan JII70 meningkat 4,51 poin atau 2,49 persen ke 185,28.
Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks ke depan.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan IHSG masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik.
“IHSG masih dipengaruhi oleh sentimen global dan domestik, terutama perkembangan konflik AS-Iran serta pergerakan harga komoditas minyak dunia yang masih menjadi perhatian investor,” ujar, dikutip dari Kontan.
Baca juga: Masuk Daftar HSC, Saham BREN Justru Diborong Asing
Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut membebani pergerakan indeks. Risiko inflasi dan kondisi fiskal domestik menjadi faktor lain yang menahan laju IHSG.
“IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support di 6.947 dan resistance di 6.986, di tengah sentimen yang masih dicermati investor,” jelasnya.
Menurut dia, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan konflik geopolitik, pergerakan harga minyak dunia, serta stabilitas nilai tukar rupiah. Seiring dengan kondisi tersebut, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham.
Salah satu sentimen global yang memicu respons positif pasar datang dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran selama dua minggu setelah diskusi dengan Pakistan sebagai mediator konflik.
Baca juga: Saham Masuk Daftar HSC Bisa Tertekan, Berpotensi Didepak dari MSCI
Melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (7/4/2026) waktu AS atau Rabu (8/4/2026) WIB, Trump menyatakan bahwa AS akan menangguhkan serangan terhadap Iran.
“Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” tulis Trump.
Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut bergantung pada kesediaan Iran untuk membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan meningkatkan serangan jika Iran tidak membuka jalur vital perdagangan minyak tersebut.