IHSG Diproyeksi Masih Melemah, Uji Level 6.900-6.800
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih tertekan atau cenderung melemah pada perdagangan Rabu (8/4/2026), seiring belum adanya katalis kuat yang mampu mendorong pembalikan arah pasar.
Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan IHSG berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan melemah.
Saat ini, level 6.900 menjadi area support psikologis terdekat yang tengah diuji oleh pasar.
Jika tekanan berlanjut, IHSG berpotensi turun ke kisaran 6.800-6.850 sebagai area bottom jangka pendek.
Baca juga: IHSG Hari Ini Ditutup Melemah 0,26 Persen ke Level 6.971,03
“Jika tekanan berlanjut, IHSG berpotensi turun ke kisaran 6.800-6.850 sebagai area bottom jangka pendek,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Selasa malam (7/4/2026).
Meski demikian, ia menilai peluang rebound tetap terbuka, terutama apabila ketegangan geopolitik global mereda atau muncul sentimen positif dari dalam negeri.
Selain itu, valuasi saham yang mulai menarik setelah koreksi dalam juga dapat menjadi penopang bagi potensi pemulihan.
Dari sisi sektoral, mulai terlihat adanya rotasi ke saham-saham defensif. Sektor infrastruktur dan telekomunikasi menunjukkan ketahanan relatif di tengah tekanan pasar, didukung oleh stabilitas bisnis dan visibilitas pendapatan yang lebih terjaga.
Selain itu, sektor energi juga dinilai masih menarik karena adanya kenaikan harga minyak global, meskipun pergerakannya cenderung volatil. Sebaliknya, sektor industri dan otomotif masih menghadapi tekanan lantaran lebih sensitif terhadap perlambatan ekonomi dan kenaikan biaya produksi.
Secara keseluruhan, IHSG saat ini berada dalam fase penuh tekanan dan ketidakpastian.
Namun, pasar dinilai belum kehilangan daya tarik, melainkan tengah berada dalam fase penyesuaian.
Dengan pendekatan yang disiplin, selektif, dan berorientasi jangka menengah hingga panjang, pasar modal Indonesia masih relevan sebagai instrumen investasi di tengah dinamika global.
Rekomendasi saham
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama menilai beberapa sektor yang masih menarik dicermati adalah energi, batubara, perbankan besar, dan consumer defensive.
Adapun saham pilihan Elandry meliputi PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga Rp 2.600-Rp 2.700, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di level Rp 6.800-Rp 7.000, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebesar Rp 7.600-Rp 7.800, serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan target Rp 1.100-Rp 1.200.
Sementara itu, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati pelaku pasar, antara lain PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.