Studi Visa: Penggunaan AI Naik, Kepercayaan Jadi Hambatan
- Penggunaan kecerdasan buatan dalam belanja online di Indonesia terus meningkat. Tingkat adopsi tinggi, tetapi transaksi berbasis AI belum diikuti kepercayaan yang kuat.
Studi YouGov bersama Visa menunjukkan 82 persen konsumen Indonesia telah memakai AI. Penggunaan mencakup pencarian produk, perbandingan harga, hingga pelacakan pesanan.
Angka ini diperkirakan naik hingga 95 persen dalam waktu dekat.
Meski penggunaan tinggi, hanya 32 persen konsumen yang terbuka melakukan pembelian berbasis AI. Selisih ini menunjukkan masih ada hambatan pada tahap transaksi.
Baca juga: Petinggi Bank di Inggris Bakal Rapat, Bahas “Pengganti” Visa dan Mastercard
Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari mengatakan, kekhawatiran utama berkaitan dengan keamanan data dan transparansi biaya.
"Konsumen di Indonesia semakin antusias menggunakan AI dalam berbelanja, namun tetap menginginkan kejelasan dan perlindungan yang kuat saat proses pembayaran," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Faktor lain yang menahan konsumen adalah potensi biaya tersembunyi. Kekhawatiran ini membuat pengguna berhenti pada tahap eksplorasi.
Pola serupa terlihat di kawasan Asia Pasifik. Sebanyak 74 persen konsumen telah menggunakan AI untuk membantu belanja, terutama saat mencari produk.
Baca juga: Visa Kerap Jadi Batu Sandungan, Asuransi Ini Soroti Risiko Awal Perjalanan
Tahap pembayaran masih menjadi kendala. Sekitar 26 persen konsumen di kawasan ini enggan membagikan data pribadi tanpa jaminan keamanan.
Pasar berkembang seperti India dan Vietnam menunjukkan tingkat keterbukaan lebih tinggi. Angkanya mencapai 42 persen untuk transaksi berbasis AI.
"Pola penggunaan di Indonesia sendiri menunjukkan negara ini bergerak ke arah yang sama, dengan catatan kepercayaan konsumen harus terlebih dahulu dibangun dan diperkuat," tuturnya.
Tag: #studi #visa #penggunaan #naik #kepercayaan #jadi #hambatan