Laba PTBA Capai Rp 2,93 Triliun di Tengah Harga Batu Bara Turun
PT Bukit Asam Tbk (PTBA). (DOK. PTBA)
16:20
5 April 2026

Laba PTBA Capai Rp 2,93 Triliun di Tengah Harga Batu Bara Turun

- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 2,93 triliun sepanjang 2025, di tengah tekanan penurunan harga batu bara global.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail mengatakan, kinerja laba tersebut ditopang oleh strategi efisiensi dan peningkatan volume produksi serta penjualan, meskipun harga acuan batu bara dunia mengalami koreksi signifikan.

“Tahun 2025 adalah pembuktian atas resiliensi operasional kami. Meski harga jual rata-rata terkoreksi akibat penurunan indeks Newcastle sebesar 22 persen, PTBA mampu menjawab tantangan tersebut dengan peningkatan efisiensi operasional dan perluasan pangsa pasar global,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).

Selain laba bersih, PTBA juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp 6,08 triliun.

Baca juga: Laba Krakatau Steel (KRAS) Rp 5,68 Triliun pada 2025, Didorong Restrukturisasi

Arus kas operasi bahkan tumbuh 24 persen menjadi Rp 6,26 triliun.

Dari sisi operasional, PTBA mencatatkan produksi batu bara sebesar 47,2 juta ton atau naik 9 persen secara tahunan.

Sementara itu, volume penjualan meningkat 6 persen menjadi 45,4 juta ton.

Kenaikan kinerja tersebut juga diikuti peningkatan volume angkutan batu bara sebesar 6 persen menjadi 40,4 juta ton.

Di tengah tekanan harga, PTBA tetap menjaga keseimbangan pasar dengan mengalokasikan 54 persen penjualan untuk kebutuhan domestik dan 46 persen untuk ekspor.

Perseroan juga memperluas pasar ke sejumlah negara baru, termasuk Spanyol dan Rumania.

Meski profitabilitas tertekan, PTBA menunjukkan tanda pemulihan secara kuartalan.

Hal ini ditopang oleh strategi efisiensi melalui selective mining serta optimalisasi rantai pasok.

Dari sisi neraca, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 43,92 triliun.

Sepanjang 2025, realisasi belanja modal (capex) mencapai Rp4,55 triliun, yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan.

Memasuki 2026, PTBA menargetkan produksi dan penjualan masing-masing sebesar 49,5 juta ton, seiring persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pemangkasan volume.

Arsal menegaskan, strategi efisiensi akan tetap menjadi kunci dalam menjaga kinerja perusahaan ke depan.

“Dengan fokus pada efisiensi dan pengembangan bisnis berkelanjutan, PTBA optimistis dapat menjaga kinerja positif sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Baca juga: Dari Rugi ke Laba, KB Bank (BBKP) Kantongi Rp 66,59 Miliar pada 2025

Tag:  #laba #ptba #capai #triliun #tengah #harga #batu #bara #turun

KOMENTAR