Masuk Daftar Saham HSC, DSSA Sebut Free Float 20 Persen
Direktur Dian Swastatika Sentosa Daniel Cahya (tengah) dalam media gathering DSSA, Kamis (2/4/2026).(KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI)
14:20
4 April 2026

Masuk Daftar Saham HSC, DSSA Sebut Free Float 20 Persen

- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjelaskan jumlah free float saham perusahaan saat ini berkisar 20 persen.

DSSA yang masuk dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

Direktur Dian Swastatika Sentosa Daniel Cahya menjelaskan, ketika pertama kali menawarkan saham di bursa efek atau initial publik offering (IPO) jumlah free float perusahaan mencapai 40 persen.

"Jadi kita itu sudah lama sekali IPO, 2009 ya kalau tidak salah, kita itu selalu 40 persen free float-nya," kata dia dalam Media Gathering, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Likuiditas Sempit, Saham HSC Rentan Dikeluarkan dari Indeks Global

Sedikit catatan, free float sendiri merupakan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka. Umumnya saham tersebut tidak dimiliki oleh pemegang saham pengendali ataupun pihak korporasi.

Ia menambahkan, baru pada dua atau tiga tahun belakangan, DSSA melakukan buy back atas sahamnya yang beredar di publik.

"Sehingga free float kita itu selalu ada di 20 persen, dan saat ini pun free float DSSA ini berdasarkan aturan yang dikeluarkan dan peraturan sebelumnya, free float DSSA itu selalu di 20 persen," ucap dia.

Daniel mengaku, DSSA merupakan salah satu perusahaan dengan free float tertinggi di Indonesia.

"Jadi DSSA secara historis masuk perusahaan yang free float-nya tertinggi di Indonesia, tapi karena kita melakukan buy back, kita jadi 20 persen," ujar Daniel.

Baca juga: Pengamat Sebut Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi Buat Likuiditas Sempit dan Harga Volatil

Berdasarkan pantauan Kompas.com, sebanyak 59,90 persen saham DSSA dikuasai oleh PT Sinar Mas Tunggal sebagai pemegang saham pengendali.

Sementara itu, 20,40 persen dipegang oleh masyarakat secara non warkat.

Sedangkan 19,70 persen saham DSSA digenggam melalui saham treasury masyarakat dengan menggunakan warkat.

Saham treasury (treasury stock) merupakan saham perusahaan yang telah diterbitkan, kemudian dibeli kembali dari publik atau pasar oleh perusahaan tersebut dan di simpan di dalam kas.

Di sisi lain, DSSA juga berencana melakukan stock split dengan rasio 1:25. Hal ini bertujuan untuk membuat saham lebih terjangkau di pasar modal.

Daniel menjelaskan, stock split ini akan membantu DSSA lebih likuid di pasar modal.

"Likuiditas kan artinya ada trading atau tidak, mungkin di kita bagus, tapi memang karena harganya terlalu tinggi," ungkap dia.

Sebagai catatan, stock split kerap diartikan sebagai pemecahan jumlah saham menjadi jumlah yang lebih banyak dengan menggunakan nilai nominal yang lebih rendah per saham secara proporsional.

Lebih lanjut, di pasar modal, saham DSSA memang kerap kali dinilai tidak banyak diperdagangkan. Padahal saham DSSA mencetak volume penjualan harian yang relatif besar.

Daniel beranggapan, hal tersebut mungkin disebabkan karena harga saham DSSA yang terlalu tinggi.

Sebagai informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan DSSA masuk ke dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dilaporkan memiliki sejumlah pemegang saham tertentu yang secara agregat menguasai 95,76 persen dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat DSSA.

Pelaksana tugas Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menegaskan, publikasi ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran di pasar modal, termasuk terkait ketentuan free float.

“Tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran apa pun di bidang pasar modal,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, emiten yang masuk kategori HSC dapat melakukan langkah perbaikan, seperti meningkatkan distribusi saham ke publik.

Setelah itu, BEI akan melakukan asesmen ulang menggunakan metodologi yang sama.

Ketika tingkat konsentrasi kepemilikan telah menurun, BEI akan memperbarui status emiten tersebut. Hingga kini, BEI juga belum berencana memberikan notasi khusus terhadap saham dalam kategori HSC.

Tag:  #masuk #daftar #saham #dssa #sebut #free #float #persen

KOMENTAR