Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagaskara)
19:54
31 Maret 2026

Dasco: Masyarakat Tak Perlu Menimbun Persediaan BBM

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat tidak perlu panic buying bahan bakar minyak atau BBM, apalagi menimbun persediaannya.

Sebab, Dasco mengatakan, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi seperti pertalite maupun nonsubsidi jenis pertamax pada Rabu 1 April 2026.

Untuk diketahui, di sejumlah daerah, terdapat laporan mengenai antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU akibat kekhawatiran masyarakat akan kenaikan harga di awal bulan depan.

Dasco meminta publik untuk tetap tenang, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan ketertiban umum, seperti penimbunan stok secara ilegal.

Ia memastikan bahwa koordinasi antara legislatif dan eksekutif terus berjalan untuk memantau stabilitas energi nasional.

"Sudah saya tanyakan, pemerintah belum ada rencana melakukan penyesuaian harga BBM, baik yang bersubsidi maupun tidak. Jadi masyarakat tak perlu panik, mengantre, apalagi menimbun BBM," Dasco, Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, Dasco mengungkapkan lembaga legislatif telah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah mengenai skenario ketersediaan BBM di tengah ketidakpastian kondisi global.

Ia menekankan, Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada isu ini dan berkomitmen untuk tidak menambah beban ekonomi masyarakat melalui kenaikan harga energi saat ini.

Meski demikian, Dasco mengakui kebijakan harga bersifat dinamis, tergantung pada perkembangan situasi ke depan, namun untuk periode April ini, harga dipastikan tetap.

"Soal sampai berapa lama (harga lama bertahan), saya belum tahu. Pemerintah yang mengetahui hal itu," kata Dasco.

Tak ada pembatasan pembelian

Selain kepastian harga, Dasco juga menepis isu mengenai adanya kebijakan pembatasan pembelian BBM untuk jenis Pertalite maupun Pertamax.

Ia menjamin, stok minyak nasional saat ini berada dalam level yang mencukupi untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat di seluruh Indonesia, termasuk di kota-kota besar dengan volume kendaraan tinggi.

"Stok kita masih cukup," ucapnya mempertegas bahwa skenario pembatasan pembelian tidak masuk dalam agenda pemerintah dalam waktu dekat.

Kepastian ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi.

Ia mengklarifikasi, gejolak harga minyak dunia yang dipicu oleh ketegangan konflik di Timur Tengah memang menjadi faktor yang dipantau ketat, namun pemerintah memilih untuk mengambil kebijakan yang pro-rakyat.

Menurutnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Pertamina telah melakukan perhitungan matang sebelum memutuskan kebijakan ini.

"Pertamina belum melakukan penyesuaian harga BBM subsidi maupun nonsubsidi," kata Prasetyo dalam keterangannya.

Prasetyo menekankan, kebijakan ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin memastikan stabilitas sosial tetap terjaga.

Di tengah inflasi global, harga energi domestik menjadi jangkar penting bagi perekonomian rakyat kecil hingga pelaku usaha.

"Presiden Prabowo selalu mengedepankan kepentingan rakyat saat mengambil sebuah keputusan," kata dia.

Pemerintah berharap dengan adanya penjelasan gamblang ini, tidak ada lagi simpang siur informasi yang menyebabkan keresahan publik.

Mensesneg juga menjamin bahwa distribusi BBM akan tetap lancar ke seluruh pelosok negeri sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir akan terjadinya kelangkaan.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #dasco #masyarakat #perlu #menimbun #persediaan

KOMENTAR