Bank Mega Bagi Dividen Rp 2 Triliun, Setara Rp 172 per Saham
Konferensi pers jajaran direksi Bank Mega usai pelaksanaan RUPS tahun buku 2025, Selasa (31/3/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
17:56
31 Maret 2026

Bank Mega Bagi Dividen Rp 2 Triliun, Setara Rp 172 per Saham

PT Bank Mega Tbk (MEGA) menetapkan dividen tunai Rp 2 triliun atau Rp 171,95 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun buku 2025, Selasa (31/3/2026).

RUPS juga menyetujui penggunaan laba bersih 2025 sebesar Rp 3,4 triliun. Sebesar Rp 35,1 juta dialokasikan sebagai dana cadangan. Sebesar Rp 2 triliun dibagikan sebagai dividen. Sisanya Rp 1,3 triliun dicatat sebagai laba ditahan.

“Nilai dividen tunai per saham itu adalah sekitar Rp 171,95 atau Rp 172 per lembar per saham,” ujar Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib usai RUPS.

Baca juga: IHSG “Dihantui” Perang, Berikut Saham yang Direkomendasikan untuk Trading Selasa (31/3)

Perseroan juga membagikan saham bonus dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau agio saham senilai Rp 5,87 triliun. Jumlah saham bonus mencapai 11,74 miliar lembar.

Pembagian dilakukan proporsional dengan rasio 1:1 sesuai kepemilikan saham.

Kostaman menilai pembagian dividen dan saham bonus memberi sentimen positif bagi pergerakan saham. Saham MEGA ditutup naik 0,22 persen atau 10 poin ke level 4.550 pada perdagangan Senin.

Pergerakan intraday menunjukkan tarik-menarik antara aksi ambil untung dan akumulasi investor.

“Saya rasa ya pemenang saham dipengaruhi oleh dua informasi tersebut yaitu mengenai pembagian dividen tunai dan saham bonus,” paparnya.

Kinerja fundamental Bank Mega tumbuh sepanjang 2025. Laba bersih naik 28 persen menjadi Rp 3,36 triliun.

Kenaikan ditopang fee based income yang melonjak 54 persen menjadi Rp 2,79 triliun dari Rp 1,82 triliun. Capaian ini menempatkan Bank Mega di jajaran 10 besar industri dari sisi profitabilitas.

Baca juga: Asing Borong Saham Energi dan Tambang, AADI hingga PTBA Pimpin Net Buy

Total aset naik 4 persen menjadi Rp 140,83 triliun. Kredit tumbuh 4 persen menjadi Rp 67,23 triliun dengan kualitas terjaga.

Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) membaik ke level 1,65 persen.

Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14 persen menjadi Rp 104,13 triliun. Dana murah atau current account saving account (CASA) naik 2 persen menjadi Rp 28,14 triliun, meski masih didominasi deposito.

Permodalan tetap kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 30,49 persen. Loan to Deposit Ratio (LDR) terjaga di kisaran 70 persen.

Rasio profitabilitas juga solid. Return on Assets (ROA) tercatat 3,10 persen. Return on Equity (ROE) 15,54 persen. Net Interest Margin (NIM) 4,18 persen.

Efisiensi operasional terlihat dari rasio BOPO di level 69,12 persen.

Bank Mega menargetkan pertumbuhan berlanjut pada 2026. Laba bersih ditargetkan Rp 3,7 triliun. Kredit Rp 74 triliun. DPK Rp 111 triliun. Total aset Rp 149 triliun.

Strategi diarahkan pada penguatan likuiditas melalui peningkatan dana murah. Perseroan juga mendorong kredit wholesale, memperluas bisnis kartu kredit, memperkuat kantor cabang, dan mengoptimalkan aset treasury.

Tag:  #bank #mega #bagi #dividen #triliun #setara #saham

KOMENTAR