Antam Daftar Lelang Blok Emas di Arab Saudi
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) memperluas strategi pengembangan emas dengan menjajaki eksplorasi di luar negeri. Salah satu target berada di Arab Saudi.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto menyebut perusahaan telah mendaftar dalam lelang blok prospek emas di negara tersebut.
“Antam saat ini sedang menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi,” katanya dalam rapat dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini (31/3), Wajib Tahu Sebelum Beli
Ikut lelang, proses tertunda geopolitik
Antam sudah terlibat dalam penawaran untuk memperoleh blok eksplorasi baru. Proses lelang belum berjalan lancar karena situasi geopolitik di Timur Tengah.
Pendaftaran tetap dilakukan sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang. Langkah ini diarahkan untuk menambah cadangan di luar aset domestik.
Untung menyebut strategi eksplorasi dirancang seimbang. Perusahaan tetap mengoptimalkan aset yang ada sambil membuka sumber pertumbuhan baru.
Baca juga: Harga Emas Rontok, Saham ANTM Dibuka Ambles 3,73 Persen
Eksplorasi domestik tetap berjalan
Antam tetap melanjutkan eksplorasi di dalam negeri. Kegiatan dilakukan di wilayah izin usaha pertambangan atau IUP yang sudah dimiliki.
Perusahaan juga ikut lelang Wilayah Izin Usaha Pertambangan atau WIUP emas. Kerja sama dijalankan dengan Badan Geologi untuk memetakan potensi wilayah baru.
Pendekatan ini menunjukkan Antam tidak hanya bergantung pada ekspansi luar negeri. Basis domestik tetap menjadi fondasi utama.
Proyek bauksit dan hilirisasi aluminium
Di luar emas, Antam memperkuat bisnis bauksit. Fokus diarahkan pada proyek Smelter Grade Alumina Refinery atau SGAR fase 2.
Proyek ini dikerjakan bersama PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum. Lokasinya terhubung dengan rencana smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.
Struktur bisnis dirancang terintegrasi. Antam memasok bijih bauksit jangka panjang. Bahan tersebut diolah menjadi alumina, lalu dilanjutkan ke produksi aluminium di dalam negeri.
Sejumlah tahapan proyek telah berjalan. Bankable feasibility study sudah selesai. Final investment decision telah ditetapkan. Kajian integrasi rampung, sementara proses tender dan engineering, procurement, and construction atau EPC sedang disiapkan.
Operasi komersial ditargetkan mulai 2027 hingga 2028.
Laba melonjak hingga 197 persen
Kinerja keuangan menunjukkan pertumbuhan kuat. Hingga September 2025, Antam mencatat laba bersih Rp6,6 triliun.
Angka ini naik 197 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laporan keuangan audited untuk tahun penuh 2025 masih dalam proses finalisasi oleh auditor.