Harga Minyak Dunia Turun Tipis, Pasar Pantau Perundingan AS-Iran
- Harga minyak mentah dunia ditutup melemah tipis setelah melalui sesi perdagangan yang bergejolak pada Kamis (26/2/2026) waktu setempat, seiring pelaku pasar mencermati perkembangan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait program nuklir Teheran.
Mengutip Reuters, Jumat (27/2/2026), harga minyak mentah berjangka Brent turun 10 sen dollar AS atau 0,14 persen ke level 70,75 dollar AS per barrel.
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 21 sen dollar AS atau 0,32 persen ke 65,21 dollar AS per barrel.
Baca juga: Bahlil Ungkap RI Sepakat Beli Minyak dan LPG Senilai Rp 253 T dari AS
Pergerakan harga minyak sepanjang sesi perdagangan berlangsung fluktuatif, dipicu perkembangan negosiasi tidak langsung antara AS dan Iran yang digelar di Jenewa.
Perundingan tersebut bertujuan meredakan ketegangan atas sengketa nuklir yang telah berlangsung lama, setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan peningkatan kehadiran militer di kawasan tersebut.
Harga minyak sempat melonjak lebih dari 1 dollar AS per barrel setelah laporan media menyebutkan pembicaraan menemui jalan buntu.
Kebuntuan terjadi akibat desakan AS agar Iran menghentikan pengayaan uranium hingga nol persen, serta menyerahkan seluruh uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen kepada AS.
Namun, harga kemudian berbalik melemah setelah kedua negara sepakat memperpanjang pembicaraan hingga pekan depan, sehingga mengurangi potensi serangan dalam waktu dekat.
Wakil Presiden Analis Minyak di Rystad Energy, Janiv Shah, mengatakan perpanjangan negosiasi meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan dalam waktu dekat.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyebut perundingan tersebut sebagai pembahasan paling serius antara kedua negara sejauh ini.
Ia menegaskan Iran telah menyampaikan secara jelas tuntutannya terkait pencabutan sanksi serta mekanisme pelonggaran yang diharapkan.
Araqchi juga memastikan pembicaraan akan dilanjutkan pekan depan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, sebelumnya menyatakan telah tercapai kemajuan signifikan dalam pertemuan tersebut.
Di sisi lain, seorang pedagang minyak berbasis di Dubai, Shohruh Zukhritdinov, menilai pelemahan harga minyak mencerminkan pengurangan premi risiko geopolitik di pasar.
Menurut dia, pelaku pasar mulai mengurangi kekhawatiran terhadap potensi pengetatan sanksi atau gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Meski demikian, secara fundamental kondisi pasar dinilai belum berubah.
Pasokan global masih relatif longgar, kelompok produsen OPEC+ berpotensi menambah produksi pada April, dan Iran disebut tengah meningkatkan ekspor lebih awal.
"Jadi pergerakan ini lebih didorong sentimen, bukan perubahan struktural pada fundamental pasar," ujar Zukhritdinov.
Baca juga: Disaksikan Presiden Prabowo, Pertamina–Halliburton Teken MoU Pemulihan Lapangan Minyak
Tag: #harga #minyak #dunia #turun #tipis #pasar #pantau #perundingan #iran