Rebound Usai Terkoreksi, IHSG Naik 91 Poin di Awal Sesi
– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (25/2/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia hingga pukul 09.10 WIB, IHSG naik 91,53 poin atau 1,11 persen ke level 8.372,36.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG langsung bergerak di zona hijau dengan kenaikan 37,31 poin atau 0,45 persen ke posisi 8.318,14.
Aktivitas perdagangan tercatat dengan volume 4,99 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 2,28 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 286.571 kali transaksi.
Sebanyak 402 saham menguat, 147 saham melemah, dan 149 saham tidak bergerak.
Baca juga: Wall Street Menghijau, Saham AI Pimpin Reli
Penguatan ini terjadi setelah IHSG pada Selasa (24/2/2026) ditutup terkoreksi 115 poin atau 1,37 persen ke level 8.280,83.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, memproyeksikan IHSG bergerak menguat terbatas pada perdagangan hari ini.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 8.200-8.330,” ujar Nico dalam analisa hariannya.
Menurut dia, sentimen positif datang dari Amerika Serikat. Data US Conference Board Consumer Confidence menunjukkan kenaikan dari 89 menjadi 91,2, mencerminkan meningkatnya optimisme terhadap kondisi ekonomi, pasar tenaga kerja, dan prospek pendapatan. Indeks ekspektasi juga naik dari 67,2 menjadi 72.
Baca juga: Paramount Skydance Naikkan Tawaran Akuisisi Warner Bros. Discovery Jadi 31 Dollar AS Per Saham
Meski demikian, kekhawatiran tetap ada di tengah isu pembatalan tarif yang dinilai dapat mengurangi ketidakpastian global. Dalam jangka pendek, volatilitas pasar dinilai masih meningkat akibat respons kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dinilai tetap mendorong kebijakan tarif.
Hal ini membuat US Conf. Present Situation turun tipis dari 121,8 menjadi 120.
“Tapi itu hanya secara jangka pendek ya, karena secara jangka panjang pembatalan tarif tersebut terlihat positif adanya, dengan kehadiran data US Conf. Board Expectations yang mengalami kenaikan dari sebelumnya 67,2 menjadi 72. Indeks Conference Board umumnya berfokus pada kondisi pasar tenaga kerja, sedangkan metrik sentimen konsumen terpisah dari University of Michigan, yang dimana lebih menekankan pandangan tentang keuangan pribadi dan biaya hidup,” paparnya.
Sejalan dengan perbaikan sentimen tersebut, bursa saham AS kembali menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 0,76 persen dan S&P 500 menguat 0,77 persen, ditopang pulihnya minat investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Kebangkitan Wall Street ini menjadi sentimen positif bagi pergerakan pasar Asia, termasuk Indonesia.
Baca juga: IHSG Berpotensi Rebound, Sentimen Moody’s Masih Batasi Ruang Gerak
Namun, pasar tetap mencermati perkembangan geopolitik di kawasan Asia. Ketegangan antara China dan Jepang meningkat setelah Tiongkok memasukkan 20 entitas perusahaan Jepang ke dalam daftar pantauan serta kontrol ekspor.
Langkah tersebut berpotensi memperketat izin ekspor untuk produk dengan aplikasi sipil dan militer. Di sisi lain, Jepang masih bergantung pada pasokan logam dan mineral penting dari China yang menyumbang sekitar 70 persen kebutuhannya pada 2024.
Tag: #rebound #usai #terkoreksi #ihsg #naik #poin #awal #sesi