Bahlil Pastikan Saham Indonesia di Freeport Tambah Jadi 63 Persen pada 2041
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana, Jakarta, Rabu (11/2/2026).(Sekretariat Presiden )
09:12
21 Februari 2026

Bahlil Pastikan Saham Indonesia di Freeport Tambah Jadi 63 Persen pada 2041

- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kepemilikan saham pemerintah Indonesia di PT Freeport Indonesia (PTFI) akan menjadi 63 persen pada 2041.

Saat ini pemerintah memiliki porsi saham 51 persen di PTFI.

Penambahan saham itu menyusul telah disepakatinya perpanjangan izin tambang PTFI yang diteken Kementerian Investasi dan Hilirisasi serta Freeport-McMoRan Inc di Washington, D.C pada 18 Februari 2026.

Bahlil mengatakan, dalam kesepakatan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI setelah 2041, pemerintah Indonesia mendapatkan tambahan 12 persen.

Baca juga: Bahlil Ungkap RI Sepakat Beli Minyak dan LPG Senilai Rp 253 T dari AS

Tambahan saham ini tidak dikenakan biaya akuisisi saham seperti sebelumnya.

"Saat ini komposisi saham Indonesia adalah 51 persen. Dalam perpanjangan ini, akan dilakukan divestasi tambahan 12 persen kepada negara tanpa biaya akuisisi saham, sehingga total kepemilikan Indonesia menjadi 63 persen pada tahun 2041," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/2/2026) malam.

Ia menuturkan, kesepakatan tersebut didapat setelah dilakukan negosiasi intensif antara pemerintah Indonesia, MIND ID dan Freeport McMoRan selama dua tahun terakhir.

Adapun sebagian dari tambahan saham tersebut akan dialokasikan kepada pemerintah daerah Papua.

Bahlil menuturkan, pertimbangan pemberian perpanjangan IUPK setelah 2041 dikarenakan puncak produksi PTFI akan terjadi pada 2035, sehingga diperlukan kepastian keberlanjutan operasional tambang.

Saat ini, produksi konsentrat mencapai sekitar 3,2 juta ton per tahun, yang menghasilkan kurang lebih 900.000 ton tembaga serta 50-60 ton emas.

"Karena puncak produksi diperkirakan pada 2035, maka penting bagi kita untuk memastikan keberlanjutan operasional di Timika, Papua," kata Bahlil.

Melalui langkah ini, ia pun berharap keberlanjutan lapangan kerja tetap terjaga, serta meningkatkan pendapatan negara maupun daerah.

"Dengan demikian, lapangan kerja dapat terjaga, pendapatan negara meningkat, serta royalti dan penerimaan daerah juga meningkat," kata dia.

Baca juga: Kejar Swasembada Energi, Bahlil Mau Intervensi Sumur Tua

Tag:  #bahlil #pastikan #saham #indonesia #freeport #tambah #jadi #persen #pada #2041

KOMENTAR