Rupiah Pagi Masih Lesu, Melemah Dekati Level Rp 17.000 Per Dollar AS
- Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS Kamis (19/2/2026) masih tertekan pada awal perdagangan di pasar spot.
Data Bloomberg pukul 10.30 WIB, mata uang Garuda berada di level Rp 16.931 per dollar AS, melemah 0,28 persen dibandingkan penutupan sebelumnya pada 16.884.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi.
Baca juga: Rupiah Ditutup Melemah, Turun 0,28 Persen ke Level Rp 16.884 per Dollar AS
Saat pembukaan pasar pagi ini, yen Jepang tercatat melemah 0,09 persen. Baht Thailand justru menguat 0,24 persen.
Yuan China terkoreksi tipis 0,05 persen, diikuti peso Filipina yang turun 0,12 persen dan won Korea Selatan melemah 0,21 persen.
Di sisi lain, dollar Singapura menguat tipis 0,03 persen, sedangkan dollar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Proyeksi Rupiah Terhadap Dollar AS
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memproyeksikan rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dollar AS, seiring penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Penguatan dollar didorong rilis sejumlah data ekonomi AS yang lebih kuat dari ekspektasi pasar, mulai dari sektor perumahan, aktivitas manufaktur, hingga penjualan barang tahan lama.
Data yang solid itu memperkuat persepsi bahwa ekonomi AS masih resilien, sehingga ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas dalam waktu dekat.
“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dollar AS yang menguat cukup besar setelah data-data ekonomi seperti perumahan, manufaktur dan penjualan barang tahan lama yang lebih kuat dari perkiraan,” ujar Lukman kepada Kompas.com.
Sentimen tersebut diperkuat oleh risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang kembali menegaskan sikap hawkish Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS memberi sinyal kehati-hatian dalam memangkas suku bunga, mengingat inflasi yang masih perlu dijaga agar tetap terkendali.
Dari dalam negeri, pelaku pasar justru bersikap wait and see menjelang rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan sore ini.
Secara teknikal, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 16.850 hingga Rp 17.000 per dollar AS, dengan tekanan masih cenderung mengarah ke sisi pelemahan selama sentimen global belum berubah signifikan.
“The Fed yang bernada hawkish dalam risalah pertemuan FOMC juga semakin melejitkan dollar AS. Sedangkan dari domestik, investor justru mengantisipasi kemungkinan sikap dovish BI dalam rapat dewan gubernur sore ini. Range 16.850-17.000,” paparnya.
Baca juga: Biang Kerok Harga Emas di RI Tetap Tinggi: Pelemahan Rupiah dari Dollar AS
Tag: #rupiah #pagi #masih #lesu #melemah #dekati #level #17000 #dollar