Moodys Geser Outlook ke Negatif, OJK: Perbankan Nasional Tetap Kokoh!
- OJK pastikan perbankan nasional tetap stabil meski outlook Moody’s berubah jadi negatif.
- Fundamental 5 bank besar (Mandiri, BRI, BNI, BCA, BTN) dinilai tetap sehat dan kokoh.
- KSSK akan perkuat komunikasi data dan kebijakan ekonomi kepada lembaga rating internasional.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa stabilitas industri perbankan nasional tetap terjaga meski lembaga pemeringkat internasional, Moody’s, baru saja merevisi outlook sovereign credit rating Indonesia menjadi negatif.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan optimisme bahwa perubahan status tersebut tidak akan membawa dampak sistemik bagi perbankan di tanah air. Menurutnya, revisi tersebut merupakan konsekuensi logis dari penurunan outlook secara menyeluruh.
"Saya optimistis tidak akan ada dampak yang signifikan. Tentu saja, sebagaimana yang disampaikan Moody’s, ini adalah konsekuensi penurunan outlook secara menyeluruh," ujar Dian dikutip Antara, Selasa (10/2/2026).
Dian menekankan bahwa kondisi fundamental perbankan Indonesia, termasuk lima bank besar yang masuk dalam daftar revisi Moody’s, masih berada dalam koridor yang sehat. Ia menilai perubahan ini bukan disebabkan oleh masalah struktural di dalam sistem perbankan itu sendiri.
Meskipun demikian, OJK tetap memprioritaskan pengawasan ketat terhadap setiap individu bank. "Bagi saya sebagai KEPB, sekarang pengawasan individual bank itu lebih penting. Satu bank bermasalah saja itu sudah menjadi 'pikiran'," tegasnya.
Lebih lanjut, Dian menyebut bahwa catatan dari Moody's ini merupakan tanggung jawab bersama para pemangku kepentingan di Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Ke depan, pihaknya akan memperkuat komunikasi dengan lembaga pemeringkat internasional terkait arah kebijakan ekonomi nasional.
"Apapun yang terkait dengan rules regulation, data informasi, hingga arah kebijakan kita, tentu akan kita siapkan untuk didiskusikan lebih lanjut dengan mereka," tambah Dian.
Sebagai informasi, pada Kamis (5/2), Moody’s mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level Baa2, namun mengubah outlook dari stabil menjadi negatif. Langkah ini diikuti dengan revisi outlook terhadap lima bank raksasa: Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan BTN.
Meski outlook berubah, Moody's tetap mempertahankan peringkat utama kelima bank tersebut, seperti issuer ratings dan deposit ratings. Hal ini didukung oleh kinerja intermediasi perbankan 2025 yang tumbuh positif 9,63% (yoy) menjadi Rp8.586 triliun, dengan DPK melesat 13,83% (yoy) ke angka Rp10.059 triliun.
Likuiditas industri perbankan juga tetap memadai, dengan rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) masing-masing sebesar 126,15 persen dan 28,57 persen, masih di atas threshold. Liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 200,97 persen.
Sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,05 persen dan NPL net sebesar 0,79 persen. Loan at Risk (LaR) juga menunjukkan tren penurunan menjadi sebesar 8,77 persen.
Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,53 persen. Permodalan (CAR) sebesar 25,89 persen, menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global.
Tag: #moodys #geser #outlook #negatif #perbankan #nasional #tetap #kokoh