Isu Tukar Posisi Juda Agung–Thomas Djiwandono Menguat di BI
Keponakan Presiden Prabowo Subianto, Thomas Djiwandono, melambaikan tangan saat bersiap untuk dilantik menjadi Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2024) lalu. Pada 2026, Thomas Djiwandono dan Juda Agung disebut berpeluang saling bertukar posisi di pemerintahan, usai Juda mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur BI pada 13 Januari 2026. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
08:48
20 Januari 2026

Isu Tukar Posisi Juda Agung–Thomas Djiwandono Menguat di BI

– Isu pergeseran posisi antara Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono kian menguat setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan nama Thomas sebagai calon Deputi Gubernur BI. Usulan ini muncul menyusul pengunduran diri Juda Agung dari jabatan strategis di bank sentral.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden Prabowo telah mengirimkan Surat Presiden (Supres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI berisi nama-nama calon Deputi Gubernur BI. Salah satu nama yang diusulkan adalah Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan.

"Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy (Thomas) Djiwandono," ujar Prasetyo kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/1/2026).

Prasetyo menegaskan, Thomas bukan satu-satunya kandidat. Bersama dua nama lain, ia akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI sebagai bagian dari proses pengisian posisi Deputi Gubernur BI yang kosong.

Pengunduran Diri Juda Agung dari Deputi Gubernur BI 

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung saat konferensi pers  di kantornya, Jakarta, Rabu (2/10/2024).KOMPAS.com/Isna Rifka Sri Rahayu Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/10/2024).Kekosongan jabatan ini bermula dari pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, Juda telah secara resmi menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden sejak 13 Januari 2026.

"Deputi Gubernur Bank Indonesia, Bapak Juda Agung, telah mengajukan pengunduran diri kepada Presiden RI, terhitung sejak tanggal Januari 2026," ujar Ramdan dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin.

Menurut Ramdan, Gubernur BI kemudian merekomendasikan nama-nama calon pengganti kepada Presiden. Selanjutnya, Presiden mengirimkan Supres ke DPR RI untuk memulai proses seleksi melalui fit and proper test di Komisi XI.

"Selanjutnya, Presiden mengusulkan dan mengangkat Deputi Gubernur terpilih sebagaimana persetujuan DPR," kata Ramdan.

Proses ini, lanjut Ramdan, telah sesuai dengan Pasal 41, Pasal 48, dan Pasal 50 Undang-undang Bank Indonesia sebagaimana terakhir diubah melalui Undang-undang Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Tiga Nama di Bursa Calon Deputi Gubernur BI, Ada Keponakan Prabowo

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad MisbakhunDOK. Partai Golkar Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad MisbakhunKetua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyebut, ada tiga nama yang diusulkan Presiden Prabowo sebagai calon Deputi Gubernur BI, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro.

"Tiga-tiganya nanti kan kita rapatkan di Komisi XI keputusan politiknya karena itu adalah jabatan politis nanti kesepakatan politiknya seperti apa," ujar Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, ketiga calon tersebut akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Meski jadwal resminya belum ditetapkan, Komisi XI mulai menyiapkan agenda seleksi dalam waktu dekat.

"Tadi saya sudah minta kepada sekretariat Komisi IX menjadwalkan rapat internal untuk mengatur jadwal fit and proper Deputi Gubernur Bank Indonesia," kata Misbakhun.

Purbaya Respons Isu "Tukar Guling" Bos BI dengan Kursi Wamenkeu

Seiring mencuatnya nama Thomas sebagai kandidat Deputi Gubernur BI, beredar pula kabar bahwa ia akan bertukar posisi dengan Juda Agung.

Dalam skenario tersebut, Thomas akan masuk ke BI, sementara Juda disebut berpeluang mengisi jabatan Wakil Menteri Keuangan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendengar kabar tersebut, meski belum ada keputusan resmi.

"Kelihatannya begitu, saya dengar juga begitu," kata Purbaya di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026). Ia menyebut akan bertemu langsung dengan Juda Agung untuk memastikan rencana tersebut.

"Nanti saya mau ketemu dengan Pak Juda, mungkin besok kali. Saya mau lihat niatnya dia apa sih. Kayaknya switch (tukar posisi) ya kelihatannya," ujar Purbaya.

Purbaya menilai, pencalonan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI bisa menjadi sarana pembelajaran di bidang moneter setelah sebelumnya berkecimpung di sektor fiskal sejak dilantik sebagai Wamenkeu pada 18 Juli 2024.

Ia juga menegaskan, potensi pertukaran posisi ini tidak akan mengganggu independensi BI.

"Enggak, itu satu exchange, pertukaran yang saya pikir seimbang nggak ada yang aneh. Kalau independensi nggak ada hubungannya. Kecuali nanti pada waktu ambil keputusan, ada intervensi langsung dari pemerintah. Selama ini kan nggak ada, jadi BI independen kita," tegas Purbaya.

"Jadi BI independen. Kita jalankan fiskal, mereka jalankan moneter. Kita koordinasi di KSSK untuk memastikan kebijakannya. Walaupun sama-sama independen tapi memastikan kedua kebijakan bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," imbuhnya.

Tag:  #tukar #posisi #juda #agungthomas #djiwandono #menguat

KOMENTAR