Telur Ikan Terbang Sulsel Menembus Pasar China
— Komoditas perikanan asal Sulawesi Selatan kembali mencatatkan langkah penting di pasar global. Sebanyak dua ton telur ikan terbang kering atau dried flying fish roe diekspor dari Makassar menuju Xiamen, China, melalui jalur udara.
Pengiriman ini menunjukkan bahwa produk perikanan dari wilayah pesisir, khususnya Takalar, mampu memenuhi standar mutu dan keamanan pangan internasional. Telur ikan terbang menjadi salah satu komoditas bernilai tambah yang diminati pasar ekspor.
Ekspor tersebut juga mencerminkan peran sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah. Aktivitas perdagangan lintas negara ini diharapkan memberi efek berantai bagi pelaku usaha perikanan, mulai dari nelayan hingga industri pengolahan.
Dari sisi kelembagaan, keberangkatan komoditas ini menandai pentingnya sistem pengawasan karantina dalam menjaga reputasi produk Indonesia di pasar global.
Pengawasan Ketat Karantina
Kepala Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah menegaskan bahwa seluruh telur ikan terbang yang diekspor telah melalui prosedur pemeriksaan ketat. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk sesuai persyaratan negara tujuan.
“Kami telah memastikan 100 karton telur ikan terbang ini melewati serangkaian tindakan karantina. Berdasarkan pemeriksaan karantina yang dilakukan, komoditas ini dinyatakan sehat, dipastikan keamanan mutunya, dan memenuhi syarat negara tujuan,” ujar Sitti di Makassar, dikutip dari Antara, Minggu (18/1/2026).
Menurut dia, keberhasilan ini memperkuat posisi komoditas perikanan Sulawesi Selatan di pasar internasional. Standar karantina menjadi kunci agar produk lokal dapat bersaing secara berkelanjutan.
Sinyal Positif Ekonomi Daerah
Capaian ekspor telur ikan terbang ini dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan ekonomi daerah. Potensi sumber daya laut dari perairan Takalar dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan standar mutu yang konsisten.
Keberhasilan menembus pasar China diharapkan menjadi pemicu bagi pelaku usaha perikanan lain di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan skala produksi dan memperluas jangkauan ekspor.
“Ketika negara tujuan percaya pada standar karantina Indonesia, itu berarti kepercayaan terhadap seluruh sistem perdagangan kita meningkat,” kata Sitti Chadidjah.