Kisah Kelam di Balik Boneka Labubu, Ada Dugaan Eksploitasi Pekerja
Boneka Labubu. Fenomena mainan Labubu di Afghanistan ini bukan hanya sekadar tren populer, tetapi juga mencerminkan perubahan ekonomi, budaya, dan pola konsumsi masyarakat Afghanistan. Pekerja Pabrik Labubu di China Dieksploitasi: Kontrak Kerja Kosong hingga Pelecehan Seksual(In Style)
19:12
16 Januari 2026

Kisah Kelam di Balik Boneka Labubu, Ada Dugaan Eksploitasi Pekerja

Sebuah organisasi hak buruh mengklaim telah menemukan bukti eksploitasi pekerja di sebuah pabrik di China yang memproduksi boneka Labubu yang viral.

Dilansir dari BBC, Jumat (16/1/2026), China Labor Watch (CLW), sebuah organisasi non-pemerintah yang berbasis di AmerikaSerikat (AS), melaporkan bahwa investigasinya menemukan salah satu pemasok Pop Mart memaksa karyawan untuk bekerja lembur secara berlebihan, menandatangani kontrak kosong atau tidak lengkap, dan tidak memberi mereka cuti berbayar.

Boneka Labubu melonjak popularitasnya di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir dan paling dikenal karena menjual mainan dalam kotak misteri, yang menyembunyikan isinya dari pembeli sampai kotak tersebut dibuka.

Boneka Labubuinstagram.com/popmartid Boneka Labubu

Pop Mart sendiri mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki klaim tersebut.

Peritel mainan yang berbasis di Beijing itu mengatakan pihaknya menghargai detail dari tinjauan tersebut dan akan dengan tegas meminta perusahaan yang memproduksi mainannya untuk memperbaiki praktik mereka jika tuduhan tersebut terbukti benar.

Pop Mart menambahkan, mereka melakukan audit rutin terhadap pemasoknya, termasuk tinjauan pihak ketiga independen tahunan yang dilakukan oleh inspektur yang diakui secara internasional.

CLW menyatakan dalam laporannya, mereka telah melakukan penyelidikan mendalam terhadap produsen Labubu, Shunjia Toys Co Ltd, di provinsi Guangdong, China selatan.

CLW mengatakan para peneliti mereka melakukan 51 wawancara langsung dengan karyawan pabrik untuk membahas masalah perekrutan, kontrak, dan kondisi kerja mereka.

Pabrik tersebut merupakan fasilitas manufaktur inti dari mainan Pop Mart dan mempekerjakan lebih dari 4.500 pekerja, menurut CLW.

Boneka Labubu.instagram.com/popmartid Boneka Labubu.

Organisasi tersebut menyoroti masalah ketenagakerjaan di pabrik Shunjia Toys Co Ltd di Kabupaten Xinfeng, termasuk apa yang mereka sebut sebagai jam lembur ilegal, praktik kontrak yang tidak jelas, dan kurangnya pelatihan serta perlindungan keselamatan.

CLW menyatakan tidak ditemukan pekerja anak di pabrik tersebut, tetapi pabrik itu mempekerjakan pekerja berusia 16 tahun yang mengalami kondisi kerja yang sama dengan orang dewasa, tanpa perawatan khusus yang dipersyaratkan oleh hukum China.

Organisasi nirlaba tersebut mendesak Pop Mart mengambil tindakan segera untuk mengatasi masalah dalam rantai pasokannya.

Organisasi itu mengatakan perusahaan tersebut harus memberikan kompensasi kepada pekerja yang terkena dampak dan memastikan bahwa lini produksinya mematuhi hukum ketenagakerjaan China dan standar ketenagakerjaan yang diakui secara internasional.

Fasilitas semacam itu, yang disebut produsen peralatan asli (OEM), membuat produk sesuai dengan harga dan jadwal produksi yang ditetapkan oleh klien.

"Akibatnya, kondisi kerja di fasilitas OEM sangat dipengaruhi oleh praktik pengadaan merek," kata CLW.

Labubu sendiri merupakan makhluk fiktif mirip elf dengan deretan gigi bergerigi. Boneka ini menjadi sangat populer di seluruh dunia..


Tag:  #kisah #kelam #balik #boneka #labubu #dugaan #eksploitasi #pekerja

KOMENTAR