Musisi Jalanan Malioboro Kini Bisa Terima Apresiasi Lewat QRIS
Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerja sama dengan GoPay mendukung digitalisasi musisi jalanan di kawasan Malioboro.
Kolaborasi ini dilakukan melalui Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Yogyakarta dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta sebagai bagian dari penguatan kawasan Malioboro yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.
Melalui kerja sama tersebut, para musisi jalanan di Malioboro kini dapat menerima apresiasi secara non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dari aplikasi GoPay Merchant.
Malioboro ditutup saat malam tahun baru nampak wisatawan tumpah ruah ke Jalan malioboro
Dengan aplikasi tersebut, musisi dapat mencairkan dana kapan saja dan gratis ke rekening bank mana pun tanpa potongan biaya.
Head of GoPay Merchants Haryanto Tanjo mengatakan, digitalisasi ini sejalan dengan misi GoPay dalam memperluas akses layanan keuangan bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk pekerja harian dan pelaku usaha mikro.
“Misi kami di GoPay adalah membuka akses layanan keuangan seluas-luasnya, termasuk bagi pekerja harian dan UMKM. Kami bangga dapat mendukung Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mewujudkan ekosistem digital terintegrasi, termasuk melalui implementasi QRIS dan transaksi non-tunai, dengan teknologi GoPay Merchant yang kami hadirkan,” ujar Haryanto dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan GoPay ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem budaya di kawasan Malioboro.
Digitalisasi pembayaran diharapkan dapat meningkatkan visibilitas musisi jalanan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif, sekaligus mendorong pengelolaan keuangan yang lebih mandiri.
Kepala Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Yogyakarta Yetti Martanti menegaskan, kawasan Malioboro memiliki peran strategis tidak hanya sebagai ikon pariwisata, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi para seniman lokal.
Ilustrasi Malioboro, Yogyakarta. Khusus untuk Jalan Malioboro, kepolisian akan mulai melakukan sterilisasi kendaraan pukul 18.00 WIB saat malam tahun baru.
“Malioboro bukan hanya ikon wisata, tetapi juga ruang hidup bagi para seniman lokal, termasuk musisi jalanan. Lewat digitalisasi ini kami ingin menghadirkan akses teknologi finansial yang inklusif hingga ke sektor budaya dan industri kreatif," tutur Yetti.
"Kami berharap langkah ini membuka peluang lebih besar bagi para musisi untuk meningkatkan penerimaan apresiasi, seiring pola masyarakat yang semakin terbiasa bertransaksi non-tunai,” imbuhnya.
Implementasi pembayaran digital bagi musisi jalanan ini hadir di tengah meningkatnya tren transaksi non-tunai di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DIY mencatat, hingga September 2025 nilai transaksi berbasis QRIS di wilayah Yogyakarta mencapai Rp 41,09 triliun.
Angka tersebut tumbuh 237,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi volume, transaksi QRIS di DIY tercatat mencapai 486 juta kali transaksi atau meningkat 274,01 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Jumlah pengguna QRIS di Yogyakarta juga terus bertambah.
Hingga September 2025, tercatat sebanyak 980.591 pengguna QRIS dengan lebih dari 987.737 merchant aktif yang telah menerima pembayaran menggunakan standar kode respons cepat nasional tersebut.
Digitalisasi musisi jalanan di Malioboro melalui QRIS GoPay Merchant menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan transaksi non tunai di sektor ekonomi kreatif dan budaya, seiring meningkatnya adopsi teknologi pembayaran digital di Yogyakarta.
Tag: #musisi #jalanan #malioboro #kini #bisa #terima #apresiasi #lewat #qris