Pelni Logistics Targetkan Pendapatan Usaha Rp 568,4 Miliar pada 2026
- PT PBM Sarana Bandar Nasional (Pelni Logistics), anak usaha PT Pelni (Persero), menargetkan pendapatan usaha pada tahun 2026 sebesar Rp 568,4 miliar, atau tumbuh 77,85 persen dari RKAP 2025, dan laba bersih Rp 44,7 miliar atau tumbuh 15,18 dari RKAP 2025.
“Jadi, untuk target kami pendapatan usaha di tahun ini adalah di Rp 568,4 miliar, dengan beban usaha Rp 411,8 miliar, kemudian beban overheadnya Rp 111,8 miliar, pajak pendapatan 12,7 miliar, dan laba konsolidasi SBN Rp 34,6 miliar,” kata Direktur Utama PT PBM Sarana Bandar Nasional (PELNI Logistics) Sukendra di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Sementara itu, untuk kinerja bongkar muat peti kemas, tahun ini Pelni Logistics menargetkan mencapai 56.482 TEUs. Untuk mencapai target ini, perusahaan berupaya mendorong distribusi barang antarpulau dan pemerataan ekonomi di wilayah 3T.
Sukendra mengatakan target bongkar muat mencapai 56.482 TEUs itu ditopang dari penguatan bisnis captive yakni kapal penumpang, kapal tol laut, dan bisnis non-captive.
“Dari bisnis captive atau kapal penumpang, bongkar muat ditargetkan mencapai 20.462 TEUs,” jelas dia.
“Lalu, dari bisnis non-captive, kami menargetkan mencapai 5.168 TEUs. Sedangkan kapal tol laut dapat mencapai 30.852 TEUs. Kami berharap ini dapat tercapai sepanjang tahun,” tambahnya.
Dia menjelaskan, Pelni Logistics juga menargetkan pertumbuhan signifikan pada layanan general cargo, angkutan kendaraan, dan ternak sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis logistik.
Pada 2026, Pelni Logistics membidik volume general cargo mencapai lebih dari 427.000 ton per meter kubik, yang berasal dari layanan bongkar muat kapal tol laut, kapal penumpang, serta pengelolaan kargo non-captive.
Sementara itu, untuk angkutan kendaraan, perusahaan menargetkan pengelolaan mencapai 14.464 unit, seiring meningkatnya mobilitas logistik dan distribusi kendaraan antarpulau.
Di segmen angkutan ternak, PELNI Logistics menargetkan pengangkutan mencapai 13.207 ternak sepanjang 2026. Layanan ini menjadi bagian penting dari dukungan perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional dan konektivitas logistik komoditas strategis, khususnya dari wilayah timur Indonesia.
Dari sisi infrastruktur, PELNI Logistics juga mendorong bisnis depo peti kemas sebagai tulang punggung operasional. Pada 2026, perusahaan menargetkan dapat mengoperasikan depo container di Jakarta, Surabaya, dan Bitung dengan menampung kapasitas lebih dari 17 ribu TEUs.
“Optimalisasi depo dilakukan melalui peningkatan standar layanan, digitalisasi pengelolaan, serta penambahan dan peremajaan armada container,” jelas Sukendra.
Sukendra menyampaikan bahwa target operasional 2026 dirancang secara realistis dengan tetap mengedepankan efisiensi, tata kelola yang prudent, dan keberlanjutan bisnis.
“Kami melihat prospek pertumbuhan logistik maritim nasional masih sangat kuat. Karena itu, kami fokus pada penguatan layanan bongkar muat, pengembangan depo container, serta sinergi dengan induk usaha dan mitra strategis untuk menangkap peluang pasar,” tegasnya.
Sebagai informasi, lini bisnis Pelni Logistics mencakup bongkar muat, freight forwarding, pergudangan, transportasi, serta trading and retail. Saat ini Pelni Logistics memiliki 39 cabang, 12 terminal point, dan 3 depo container mencakup Jakarta, Surabaya, dan Bitung.
Tag: #pelni #logistics #targetkan #pendapatan #usaha #5684 #miliar #pada #2026