Inflasi AS Lebih Rendah, Harga Emas dan Perak Melonjak
Harga emas dan perak. Harga emas menguat pada perdagangan Rabu (14/1/2026) dan berada dekat level rekor tertinggi yang tercapai pada sesi sebelumnya. Pada saat yang sama, harga perak melonjak dan menembus level 90 dollar AS per ons untuk pertama kalinya.()
12:28
14 Januari 2026

Inflasi AS Lebih Rendah, Harga Emas dan Perak Melonjak

- Harga emas menguat pada perdagangan Rabu (14/1/2026) dan berada dekat level rekor tertinggi yang tercapai pada sesi sebelumnya. Pada saat yang sama, harga perak melonjak dan menembus level 90 dollar AS per ons untuk pertama kalinya.

Penguatan harga logam mulia terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) tercatat lebih rendah dari perkiraan, sehingga memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Harga emas mendekati rekor

Dikutip dari Reuters, Rabu (14/1/2026) harga emas di pasar spot naik 0,9 persen menjadi 4.627,95 dollar AS per ons pada pukul 04.06 GMT. Sehari sebelumnya, emas sempat mencetak rekor tertinggi di level 4.634,33 dollar AS per ons.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat 0,8 persen ke level 4.635,60 dollar AS per ons.

Harga perak tembus level 90 dollar AS

Harga perak spot melonjak 4,6 persen menjadi 90,95 dollar AS per ons, setelah berhasil menembus level 90 dollar AS untuk pertama kalinya. Sepanjang tahun ini, harga perak telah naik hampir 28 persen.

Managing Director GoldSilver Central, Brian Lan, menyebut data ekonomi AS menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia.

“Data yang dirilis menunjukkan hasil positif. Tingkat inflasi tercatat lebih rendah, begitu pula tingkat pengangguran di Amerika Serikat. Indikator-indikator inilah yang semakin mendorong kenaikan harga logam mulia,” ujar Lan.

Lan menambahkan, level penting berikutnya bagi harga perak adalah 100 dollar AS per ons. Ia menilai, kenaikan harga perak dengan persentase dua digit tinggi berpeluang terjadi tahun ini.

Inflasi AS di bawah perkiraan

Data menunjukkan, indeks harga konsumen inti (core Consumer Price Index/CPI) AS naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,6 persen secara tahunan pada Desember.

Angka tersebut berada di bawah perkiraan analis yang masing-masing memproyeksikan kenaikan 0,3 persen dan 2,7 persen.

Presiden AS Donald Trump menyambut baik rilis data inflasi tersebut. Ia kembali menegaskan dorongannya agar Ketua The Federal Reserve, Jerome Powell memangkas suku bunga secara signifikan

Namun, para kepala bank sentral global dan CEO bank-bank besar Wall Street menyatakan dukungan kepada Powell.

Dukungan itu muncul setelah kabar keputusan pemerintahan Trump untuk melakukan investigasi terhadap Powell menuai kecaman dari mantan pimpinan The Fed.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga

Analis menilai, kekhawatiran terhadap independensi The Fed dan kepercayaan terhadap aset AS turut meningkatkan permintaan aset lindung nilai seperti emas.

Investor saat ini memperkirakan akan ada dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin tahun ini, dengan pemangkasan pertama diperkirakan terjadi pada Juni.

Aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas, cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah serta di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik.

Trump juga menyerukan warga Iran untuk terus melakukan aksi protes, dengan mengatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan”, di tengah aksi demonstrasi terbesar di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Platinum dan palladium ikut menguat

Di sisi lain, harga platinum spot naik 4,7 persen menjadi 2.432,80 dollar AS per ons, yang merupakan level tertinggi dalam sepekan. Sebelumnya, platinum sempat mencetak rekor di level 2.478,50 dollar AS per ons pada 29 Desember.

Harga palladium turut menguat 3,7 persen menjadi 1.910,08 dollar AS per ons.

Tag:  #inflasi #lebih #rendah #harga #emas #perak #melonjak

KOMENTAR