Harga Perak Tembus 90 Dollar AS per Ons, Reli Logam Mulia Berlanjut
Harga perak mencetak rekor baru di atas 90 dollar AS per ons, sementara emas mendekati harga tertinggi sepanjang masa di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik.(canva.com)
12:16
14 Januari 2026

Harga Perak Tembus 90 Dollar AS per Ons, Reli Logam Mulia Berlanjut

- Harga perak mencetak rekor baru setelah menembus level 90 dollar AS per ons untuk pertama kalinya. Pada saat yang sama, harga emas kembali mendekati rekor tertinggi sepanjang masa seiring berlanjutnya reli logam mulia global.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (14/1/2026), harga perak sempat melonjak hingga 5,3 persen dan menyentuh 91,5535 dollar AS per ons. Sementara itu, harga emas bergerak kurang dari 10 dollar AS dari rekor tertinggi sepanjang masa

Kenaikan harga logam mulia ini didorong oleh meningkatnya tekanan terhadap Federal Reserve (The Fed), prospek pemangkasan suku bunga lanjutan di Amerika Serikat (AS), serta ketegangan geopolitik global.

Inflasi AS dan Arah Kebijakan The Fed

Inflasi inti AS pada Desember 2025 tercatat tidak setinggi yang dikhawatirkan. Namun, para ekonom menilai data tersebut tertekan secara artifisial akibat penutupan pemerintahan AS yang berlangsung paling lama dalam sejarah.

The Fed diperkirakan akan menahan pemangkasan suku bunga selama beberapa bulan ke depan. Meski demikian, pasar swap memperkirakan setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga tambahan masih berpotensi terjadi hingga akhir tahun ini.

Kekhawatiran atas Independensi Bank Sentral

Reli logam mulia juga dipicu oleh kekhawatiran terhadap independensi bank sentral, menyusul prospek dakwaan pidana terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

Sejumlah bank sentral dunia menyatakan dukungan terhadap Powell. CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon memperingatkan bahwa langkah tersebut justru berpotensi berdampak berlawanan.

Permintaan aset lindung nilai turut meningkat seiring memburuknya situasi geopolitik.

Faktor pendorongnya antara lain penangkapan pemimpin Venezuela oleh Presiden AS Donald Trump, ancaman baru AS untuk mengambil alih Greenland, serta aksi protes keras di Iran yang berpotensi menggulingkan rezim Islam di negara tersebut.

Citigroup Inc. menaikkan proyeksi harga tiga bulanan untuk emas dan perak masing-masing menjadi 5.000 dollar AS per ons dan 100 dollar AS per ons.

Perak Diuntungkan Rotasi ke Komoditas

Chief investment officer Lotus Asset Management Ltd., Hao Hong, mengatakan perak diuntungkan oleh rotasi investor ke pasar komoditas.

Menurut dia, reli harga perak masih memiliki ruang untuk berlanjut. “Reli ini masih memiliki potensi besar tahun ini, dengan harga kemungkinan mencapai 150 dollar AS per ons pada akhir tahun,” ujarnya.

Pada 2025, perak mengungguli kinerja emas setelah melonjak sekitar 150 persen. Lonjakan tersebut dipicu oleh short squeeze pada Oktober, ketatnya pasokan di London, serta tingginya pembelian spekulatif.

Isu Tarif Tekan Pasokan Global

Pelaku pasar juga menanti hasil investigasi Section 232 AS yang berpotensi berujung pada pengenaan tarif impor perak.

“Ketakutan terhadap penambahan tarif pada perak membuat sejumlah besar pasokan tertahan di AS, sehingga membatasi aliran ke pasar global,” kata analis Zijin Tianfeng Futures Co. Ltd., Liu Shiyao.

Kenaikan harga terbaru menegaskan kuatnya arus investasi ke logam mulia. Minat spekulatif meningkat dari Shanghai hingga New York, sementara volume perdagangan di Comex dan Shanghai Futures Exchange tetap tinggi sejak akhir Desember.

Pada pukul 12.31 waktu Singapura, harga perak melonjak 4,6 persen ke level 90,9590 dollar AS per ons. Harga emas naik 0,9 persen menjadi 2.626,43 dollar AS per ons, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa 2.634,55 dollar AS yang dicapai pada Selasa (13/1).

Harga platinum dan palladium masing-masing melonjak lebih dari 4 persen. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index bergerak stabil.

Prospek Logam Mulia

Global market strategist Invesco Asset Management, David Chao, mengatakan permintaan emas dan perak sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan keuangan diperkirakan tetap berlanjut tahun ini.

Namun, menurut dia, kenaikan harga kemungkinan tidak akan sekuat tahun 2025. “Emas kemungkinan akan mengungguli perak tahun ini, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik,” ujarnya.

Tag:  #harga #perak #tembus #dollar #reli #logam #mulia #berlanjut

KOMENTAR