Wilmar Group Kelola 20 Sekolah Gratis di Perkebunan Sawit Kalteng
Wilmar Group melalui Yayasan Bina Bangsa mengelola Sekolah Bina Bangsa 02 yang berlokasi di wilayah PT Karunia Kencana Permaisejati, Desa Kenyala, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (DOK. WILMAR GROUP)
21:20
12 Januari 2026

Wilmar Group Kelola 20 Sekolah Gratis di Perkebunan Sawit Kalteng

— Wilmar Group melalui Yayasan Bina Bangsa mengelola Sekolah Bina Bangsa 02 yang berlokasi di wilayah PT Karunia Kencana Permaisejati, Desa Kenyala, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Sekolah ini berada di kawasan perkebunan sawit dan dikelola oleh Yayasan Bina Bangsa di bawah Wilmar Central Kalimantan Project.

Koordinator Yayasan Bina Bangsa, Siti Wahyuni, mengatakan pendidikan menjadi salah satu komitmen Wilmar dalam menyiapkan generasi masa depan.

ilustrasi ruang kelas, ilustrasi sekolah.Dok. Freepik/wahyu_t ilustrasi ruang kelas, ilustrasi sekolah.

Menurut dia, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa sehingga harus disiapkan sebaik mungkin,” kata Wahyuni dalam keterangannya, dikutip pada Senin (12/1/2026).

Saat ini, Yayasan Bina Bangsa mengelola 20 sekolah di Kalimantan Tengah, yang terdiri atas 8 Taman Kanak-Kanak (TK), 6 Sekolah Dasar (SD), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3 Sekolah Menengah Atas (SMA).

Total jumlah siswa mencapai 6.004 anak dengan dukungan 289 guru. Seluruh sekolah tersebut dioperasikan di tiga lokasi berbeda di wilayah operasional Wilmar.

Wahyuni mengatakan, seluruh sekolah Bina Bangsa menerapkan konsep bebas biaya.

“Sekolah ini konsepnya free. Siswa hanya membayar untuk seragam,” ujarnya.

Selain melayani anak-anak karyawan, sekolah Bina Bangsa juga dibuka untuk masyarakat sekitar. Saat ini terdapat 380 anak dari desa binaan yang bersekolah di jaringan Sekolah Bina Bangsa.

Dalam proses pembelajaran, siswa juga dibekali pengembangan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan, antara lain seni tari, musik, berkebun, drum band, dan teknologi informasi.

Menurut Wahyuni, kegiatan tersebut mendorong siswa meraih berbagai prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Berdasarkan capaian tersebut, Wahyuni menyebut Sekolah Bina Bangsa telah ditetapkan sebagai sekolah penggerak, yakni bagian dari program pemerintah untuk mengakselerasi sekolah agar dapat bergerak satu hingga dua tahap lebih maju.

“Program kami diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul,” kata Wahyuni.

Tag:  #wilmar #group #kelola #sekolah #gratis #perkebunan #sawit #kalteng

KOMENTAR