Dubai Batasi Penerbangan Maskapai Asing, Cuma Boleh 1 per Hari
- Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), membatasi aktivitas maskapai penerbangan asing, atau cuma boleh satu penerbangan harian ke bandara-bandara yang ada di kota tersebut hingga akhir Mei 2026, tepatnya dari Senin (20/4/2026) sampai Minggu (31/5/2026).
Informasi tersebut diperoleh dari e-mail pribadi kepada maskapai penerbangan pada Jumat (27/3/2026).
- Pemilik Restoran di Dubai Pangkas Gaji Karyawan Imbas Perang Timur Tengah
- Perang Masih Membara, Singapore Airlines Setop Terbang ke Dubai hingga 30 April 2026
Menurut email tersebut, maskapai penerbangan asing akan diizinkan satu perjalanan pergi-pulang (PP) per hari ke Bandara Internasional Dubai (DXB) dan Bandara Internasional Al Maktoum (DWC).
"Operator tetap dibatasi hanya satu rotasi per hari, hingga kapasitas memungkinkan lebih banyak rotasi. Slot tambahan akan dialokasikan jika kapasitas tersedia," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (15/4/2026).
Pembatasan penerbangan asing di Dubai merupakan dampak perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.
Dubai batasi penerbangan asing, cuma boleh satu PP per hari
Bikin maskapai penerbangan dari India khawatir
Ilustrasi pesawat Boeing 787 Dreamliner yang dioperasikan maskapai penerbangan Air India. Dubai membatasi aktivitas maskapai penerbangan asing, atau cuma boleh satu penerbangan harian, hingga akhir Mei 2026.
Pembatasan ini kemudian memicu kekhawatiran akan kehilangan pendapatan di antara maskapai penerbangan India. Sebab, mereka telah merencanakan lebih banyak penerbangan dibanding negara lain pada April dan Mei.
Air India dan maskapai penerbangan berbiaya rendahnya, Air India Express, telah menjadwalkan lebih dari 750 penerbangan ke Bandara Internasional Dubai selama periode tersebut.
Sementara itu, IndiGo menjadwalkan 481 penerbangan, diikuti oleh Saudia dan Gulf Air, yang masing-masing merencanakan 480 dan 404 penerbangan. Kemudian SpiceJet India telah merencanakan 61 penerbangan.
Dengan kata lain, jika aturan pembatasan ini diterapkan, artinya hanya ada 30 atau 31 penerbangan per bulan untuk setiap maskapai asing.
Melihat hal ini, Federasi Maskapai Penerbangan India (FIA), yang mewakili maskapai IndiGo, Air India, dan SpiceJet, telah meminta pemerintah India untuk mendesak otoritas Dubai agar mencabut aturan pembatasan tersebut.
Jika permintaan tersebut ditolak, FIA akan mempertimbangkan untuk memberikan kebijakan timbal balik terhadap sejumlah maskapai penerbangan Dubai, seperti Emirates dan flydubai.
Untuk diketahui, maskapai penerbangan India saat ini sudah berada di bawah tekanan finansial akibat tingginya bahan bakar.
Maskapai penerbangan dari India juga harus menempuh rute-rute lebih panjang ke tujuan-tujuan di wilayah barat. Sebab, mereka dilarang menggunakan wilayah udara Pakistan sejak tahun lalu, buntut dari ketegangan militer antara kedua negara tersebut.
FIA juga sudah menyampaikan ke Pemerintah India bahwa pembatasan tersebut tidak diterapkan pada maskapai penerbangan Dubai, seperti Emirates dan flydubai.
Dengan demikian, hal itu dinilai menciptakan persaingan tidak adil yang dapat menyebabkan kerugian pendapatan yang besar.
- Puing Drone Iran Picu Kebakaran, Bandara Internasional Dubai Tutup Lagi
- Cerita WNI di Dubai, Dengar Ledakan Rudal Iran dari Rumah
Maskapai India paling terdampak pembatasan di Dubai
Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab. Dubai membatasi aktivitas maskapai penerbangan asing, atau cuma boleh satu penerbangan harian, hingga akhir Mei 2026.
Sepanjang tahun 2025, India merupakan sumber penumpang terbesar bagi Bandara Internasional Dubai. Tahun lalu, setidaknya ada 11,9 juta pelaku perjalanan yang melewati bandara tersebut.
IndiGo, salah satu makapai penerbangan yang terdampak, mengatakan bahwa krisis akibat konflik AS-Israel lawan Iran dan pembatasan baru yang diberlakukan Dubai, secara signifikan membatasi operasinya.
Pasalnya, maskapai penerbangan tersebut memiliki jadwal penerbangan musim panas yang telah disetujui sebanyak 15 penerbangan harian dari India ke Dubai.
"Akibatnya, sebagian besar kapasitas dan waktu terbang IndiGo saat ini tidak dimanfaatkan secara optimal," kata pihak IndiGo, dikutip dari VNExpress.
Sementara itu, Air India Express mengatakan bahwa pembatasan tersebut telah secara signifikan mengurangi layanan yang direncanakan.
Meskipun permintaan relatif tinggi pada rute India-UEA, kebijakan ini dinilai membatasi pilihan bagi para pelaku perjalanan, terutama dari kota-kota kecil.
Pihak Air India Express juga menekankan pentingnya kerangka kerja operasional yang adil dan timbal balik.
- Demi Keluar dari Dubai, Turis Berebut Naik Jet Pribadi Bertarif Rp 1,6 Miliar
- Serangan Rudal Iran Bikin Bandara Dubai Alami Kerusakan dan Ada Korban Luka
Tag: #dubai #batasi #penerbangan #maskapai #asing #cuma #boleh #hari