Kilas Balik Jembatan Kereta Api Lembah Anai, Dulu Jadi Lintasan Kereta Batu Bara
Penampakan jembatan Lembah Anai Padang Panjang, Sumatra Barat, yang dibangun menggunakan produk SIG.(Dok. SIG)
06:07
2 Januari 2026

Kilas Balik Jembatan Kereta Api Lembah Anai, Dulu Jadi Lintasan Kereta Batu Bara

Belum lama ini beredar kabar adanya rencana pembongkaran jembatan kereta api di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat.

Menanggapi hal ini Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi menegaskan tidak ada pembongkaran jembatan kereta api di kawasan Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar tersebut.

Sebagaimana yang diketahui, jembatan tersebut merupakan Warisan Budaya Dunia United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

"Pemerintah Provinsi Sumbar justru berkomitmen menjaga, melestarikan dan mereaktivasi jalur tersebut sebagai bagian dari aset sejarah dan warisan budaya daerah," kata Mahyeldi, dikutip dari Antara, Senin (1/1/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi komunitas heritage yang membahas pemeliharaan situs sejarah di Sumbar. Sekaligus, membahas rencana pembongkaran jembatan kereta api di kawasan Lembah Anai.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi menegaskan pemerintah provinsi tidak akan menyetujui pembongkaran jalur kereta api Lembah Anai.  Sebab, katanya, fokus pemerintah ialah reaktivasi dan pelestarian, bukan pembongkaran.

Kilas balik jembatan kereta api di Lembah Anai

Jembatan kereta api di Lembah Anai merupakan bagian penting dari jaringan kereta api di Sumatera Barat yang dibangun pada masa kolonial Belanda.

Pembangunan jalur kereta api ini digagas untuk mendukung pengangkutan komoditas utama, khususnya batu bara dari Sawahlunto menuju Pelabuhan Teluk Bayur (dulu Emmahaven). 

Jalur tersebut juga bertujuan membuka akses dari pedalaman Minangkabau ke pesisir, sehingga mempercepat pengangkutan barang dan mobilitas penduduk.

Dikutip dari Kompas.com (5/1/2016) Pemerintah Hindia Belanda pada masa itu membangun jalur kereta api sepanjang 155 kilometer.

Jalur kereta ini membentang dari Sawahlunto hingga Pelabuhan Teluk Bayur yang terlebih dahulu bernama Emmahaven melalui Padang Panjang.

Jembatan kereta di Lembah Anai, Sumatera BaratTwitter/@minangsedunia Jembatan kereta di Lembah Anai, Sumatera Barat

Selama 109 tahun, jalur tersebut digunakan secara rutin untuk mengangkut batu bara dan penumpang. 

Seiring dengan berhentinya pasokan batu bara dari Sawahlunto yang dikelola PT Bukit Asam, terhenti pula operasi rutin kereta api di jalur tersebut pada tahun 2003. 

Selain jalur Teluk Bayur-Sawahlunto, Belanda juga membangun jalur Padang Panjang–Bukittinggi-Payakumbuh-Limbangan sepanjang 72 km. 

Jalur ini mengangkut untuk mengangkut hasil bumi dari pedalaman Sumatera Barat.  Saat ini hanya tersisa jalur Padang-Pariaman (Stasiun Kayu Tanam) sepanjang 52 km yang masih rutin beroperasi setiap hari.

Kereta api anjlok di jembatan dekat Lembah Anai

Menambahkan dari Kompas.com (28/6/2019), rangkaian kereta api batu bara yang mengangkut penumpang pernah terjatuh di Lembah Anai Sumatera Barat, pada 28 Juni 2000.

Diketahui, pada saat itu ada tujuh gerbong beserta satu lokomotif tergelincir ke Lembah Anai yang terletak di sebelah kiri lintasan kereta. Insiden tersebut menewaskan belasan penumpang.

Wali kota Padangpanjang kala itu, Yohanes Tamin, menyebut kecelakaan itu terjadi di Jembatan Tinggi yang memiliki ketinggian 25 meter dari permukaan sungai di kawasan obyek wisata air terjun Lembah Anai.

Sejak terjadi penutupan jalan di kawasan Silaiang Kariang ruas jalan Padang-Padang Panjang pada Selasa (27/6/2000), pelajar dan PNS yang bermukim di sekitar sana, diberi tumpangan kereta secara gratis sampai Jumat (30/6/2000) untuk menuju sekolah atau kantor.

Kereta gratis yang bisa ditumpangi masyarakat hanya beroperasi pada waktu tertentu. Yakni setiap pukul: 07.00 WIB, 10.00 WIB, 12.00 WIB, dan 16.00 WIB.

Jembatan Kereta di Lembah Anai, Sumbar.KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Jembatan Kereta di Lembah Anai, Sumbar.

Selain itu, setiap jam terdapat kereta yang diberangkatkan untuk mengangkut batu bara.

Sayangnya, pada saat itu calon penumpang tidak sabar untuk menanti jadwal pemberangkatan kereta penumpang, sehingga menaiki kereta batu bara yang lebih cepat tiba dan diberangkatkan.

"Karena para calon penumpang tidak sabar menunggu kereta api angkutan penumpang pukul 12.00 WIB, mereka naik kereta api yang khusus mengangkut batu bara. Kereta api tersebut berangkat sekitar pukul 10.30 dari Stasiun Padang Panjang tujuan Padang," kata Yohanes.

Setibanya di Jembatan Tinggi yang memiliki kontur jalan menurun, lima gerbong bagian depan terlepas dari rangkaian karena tidak terkendali. Gerbong-gerbong itu jatuh ke tebing yang ada di sebelah kiri lintasan.

Padahal di sana terdapat sejumlah penumpang pelajar dan PNS yang menumpang di atas tumpukan batu bara.

Tak lama, dua gerbong lainnya turut terjatuh karena terlepas dari lokomotif yang dipasang di bagian paling belakang.

Terakhir, bagian lokomotif pun ikut lepas kendali dan jatuh tak jauh dari lokasi jatuhnya gerbong-gerbong sebelumnya.

Lembah Anai merupakan air terjun populer di Sumatera Barat. Letaknya berada persis di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, Senin (27/10/2025).Kompas.com/Krisda Tiofani Lembah Anai merupakan air terjun populer di Sumatera Barat. Letaknya berada persis di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, Senin (27/10/2025).

"Jadi, ada tiga lokasi tempat jatuhnya rangkaian kereta api itu. Korban meninggal ditemukan dalam keadaan terjepit dan tertimbun batu bara. Pencarian korban masih terus berlangsung, sembari menunggu alat berat dari Padang untuk mengangkat gerbong," ujar Yohanes.

Menurut dokumentasi Harian Kompas pada 30 Juni 2000, Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia Badrul Zaman mengatakan, jumlah penumpang diperkirakan sekitar 40 orang.

Sebanyak 35 orang ditemukan, yaitu 15 orang meninggal dan 20 orang luka berat/ringan. Saat itu, diduga masih ada sedikitnya lima orang yang tertimbun batu bara dan terimpit gerbong. Jumlah korban pada 2 Juli 2000 disebut mencapai 19 orang.

Tag:  #kilas #balik #jembatan #kereta #lembah #anai #dulu #jadi #lintasan #kereta #batu #bara

KOMENTAR