Imbas Krisis Memori, Pengiriman Chip MediaTek dan Qualcomm Anjlok
Ilustrasi chip Mediatek Dimensity 7500.(Mediatek)
17:09
11 Juni 2026

Imbas Krisis Memori, Pengiriman Chip MediaTek dan Qualcomm Anjlok

- Kenaikan harga chip memori global mulai mengubah peta persaingan industri smartphone.

Produsen ponsel kini lebih fokus menjual model premium yang menawarkan margin keuntungan lebih besar, sementara segmen entry-level dan menengah mengalami perlambatan.

Perubahan strategi tersebut turut berdampak pada pasar chipset smartphone global, sebagaimana laporan terbaru firma riset Counterpoint tentang pangsa pasar chipset smartphone global kuartal I-2026.

Secara umum, laporan itu menunjukkan bahwa MediaTek tetap menjadi vendor chip terbesar. Namun, pangsa pasarnya pada triwulan awal 2026 turun menjadi 32 persen, dibanding kuartal yang sama pada 2025 (year-on-year/YoY) sebesar 38 persen.

Penurunan ini berkaitan dengan kuatnya posisi MediaTek di ponsel segmen entry-level dan menengah, yang kini mengalami perlambatan permintaan akibat kenaikan harga memori tadi.

Baca juga: Chipset Baru Bakal Bikin Harga HP Android Makin Mahal?

Menurut para analis, MediaTek juga kemungkinan tidak akan merilis chipset flagship baru Dimensity 9500 Plus pada tahun ini. Sebagai gantinya, vendor ponsel akan tetap mengandalkan Dimensity 9500 yang sudah tersedia di pasaran.

Di segmen menengah, MediaTek masih mendapat dorongan dari chipset Dimensity 8450 yang digunakan sejumlah ponsel seperti Oppo Reno 15 Pro, Reno 15 Pro Mini, dan Reno 15 Pro Max.

Tidak hanya MediaTek, kinerja Qualcomm pada kuartal I-2026 juga menurun. Salah satu penyebabnya menurut Counterpoint yaitu peluncuran seri Galaxy S26 yang lebih lambat dibanding generasi sebelumnya.

Selain itu, sebagian model Galaxy S26 juga menggunakan chipset Exynos 2600 buatan Samsung, sehingga mengurangi kontribusi Snapdragon di lini flagship tersebut.

Faktor lainnya yang membuat pangsa pasar Qualcomm menurun yaitu bahwa chip Snapdragon seri 4 dan seri 6 yang banyak digunakan pada ponsel entry-level serta menengah, turut terdampak perlambatan penjualan.

Exynos hingga Unisoc catat pertumbuhan

Berbeda dengan MediaTek dan Qualcomm, Apple, Samsung hingga Unisoc, justru mencatat peningkatan pengiriman chipset pada kuartal I-2026 YoY.

Chipset iPhone, yakni Apple Bionic disebut menguasai 19 persen pangsa pasar pada triwulan awal 2026, naik dari sebelumnya 15 persen. Hal ini didorong oleh peningkatan permintaan untuk iPhone 17.

Menurut Counterpoint, iPhone 17e yang ditenagai chip Apple A19 juga turut mendongkrak pangsa pasar Apple karena penjualannya yang lebih tinggi dibanding iPhone 16e.

Baca juga: MediaTek Rilis Chipset Dimensity 9500s dan 8500, Fokus Performa Gaming hingga AI

Samsung juga membukukan peningkatan lewat chip buatannya, Exynos. Pertumbuhannya didorong oleh semakin banyaknya perangkat Galaxy yang menggunakan chipset buatan Samsung sendiri.

Untuk diketahui, selain Exynos 2600 di lini flagship, Samsung juga mengandalkan Exynos 1680 pada Galaxy A57 dan Exynos 1480 pada Galaxy A37.

Strategi ini membantu Samsung meningkatkan porsi Exynos di pasar chipset smartphone global.

Vendor chipset asal China, Unisoc, juga mencatat pertumbuhan pada awal tahun ini.

Counterpoint menyebut chipset T7250 menjadi pilihan populer untuk ponsel 4G, terutama pada sejumlah model Redmi. Sementara itu, chipset T8300 membantu Unisoc memperbesar pangsa pasarnya di segmen ponsel 5G.

Di sisi lain, pengiriman chipset HiSilicon milik Huawei mengalami sedikit penurunan pada kuartal I-2026. Meski demikian, Huawei masih mencatat permintaan yang kuat di segmen premium, terutama berkat popularitas chipset Kirin 9000 yang digunakan pada seri Huawei Mate 80.

Agar lebih jelas, berikut daftar 6 vendor chip smartphone global terbesar, berserta pangsa pasarnya, dihhimpun KompasTekno dari situs resmi Counterpoint.

No Vendor Pangsa pasar kuartal I-2026 Pangsa pasar kuartal I-2025
1 MediaTek 32 persen 38 persen
2 Qualcomm 23 persen 27 persen
3 Apple 19 persen 15 persen
4 Unisoc 14 persen 10 persen
5 Samsung 7 persen 5 persen
6 HiSilicon (Huawei) 4 persen 4 persen
  Lainnya 1 persen 1 persen

Tag:  #imbas #krisis #memori #pengiriman #chip #mediatek #qualcomm #anjlok

KOMENTAR