Internet Dunia Diam-diam Sedang Berubah, AI Jadi Pelaku Utamanya
- Pernahkah Anda merasa internet terasa semakin tidak manusiawi? Penuh konten yang seragam, terlalu rapi, dan entah kenapa terasa hampa? Perasaan itu mungkin bukan sekadar imajinasi.
Sebuah studi terbaru dari peneliti Imperial College London, Stanford University, dan Internet Archive menemukan bahwa internet di dunia sedang berubah.
Menurut riset, sebanyak 17,6 persen dari seluruh situs web yang baru diterbitkan di internet kini sudah sepenuhnya dibuat oleh AI.
Angka ini untuk pertama kalinya memberikan ukuran nyata pada apa yang selama ini hanya dikenal sebagai sebuah teori.
Lantas, apa itu Dead Internet Theory dan seberapa jauh teori ini sudah mendekati kenyataan? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca juga: Cloudflare: Trafik Internet Dunia Kini Didominasi Bot dan Agen AI
Apa itu Dead Internet Theory?
Dead Internet Theory adalah gagasan yang menyebut bahwa internet modern sudah lebih banyak diisi oleh bot dan konten buatan mesin dibandingkan manusia sungguhan.
Versi yang lebih ekstrem dari teori ini bahkan mengklaim bahwa fenomena tersebut disengaja untuk mengendalikan opini publik.
Selama ini teori tersebut dianggap spekulatif. Namun studi terbaru sebagaimana dirangkum KompasTekno dari laman Gizmodo dari ulasan Ece Yildirim mengungkap data yang sulit diabaikan.
Studi ini didasarkan pada data yang dikumpulkan oleh Wayback Machine milik Internet Archive, yang merekam arsip situs web sejak akhir 2022, tepat saat ChatGPT memulai demam AI, hingga pertengahan 2025.
Hasilnya cukup mengejutkan. Per Mei 2025, sebanyak 35,3 persen dari seluruh situs web baru yang diterbitkan di internet dibuat dengan bantuan AI. Dari angka tersebut, 17,6 persen bahkan sepenuhnya dihasilkan oleh AI tanpa campur tangan manusia sama sekali.
Temuan ini sejalan dengan data sebelumnya. Cloudflare melaporkan pada September 2025 bahwa hampir sepertiga dari seluruh lalu lintas internet digerakkan oleh bot.
CEO Cloudflare Matthew Prince bahkan menyebut bahwa AI akan sepenuhnya mengubah cara informasi disebarkan secara online dan berpotensi memusatkan kendali atas pengetahuan digital di tangan segelintir perusahaan teknologi besar.
Laporan dari perusahaan keamanan data Imperva juga pernah mencatat bahwa aktivitas otomatis di internet melampaui aktivitas manusia untuk pertama kalinya pada 2024, menyumbang sekitar setengah dari seluruh lalu lintas web.
Baca juga: Microsoft Akui Baru Bebas dari OpenAI, Kini Kejar AI yang Lebih Pintar dari Manusia
Fakta di lapangan
Bukti nyata soal maraknya situs web buatan AI juga semakin mudah ditemukan. Para penipu memanfaatkan AI untuk dengan cepat membuat situs web palsu guna mengelabui korban.
AI juga digunakan untuk menjiplak konten organisasi berita dan membuat situs sampah yang semata-mata bertujuan mengumpulkan trafik dari mesin pencari atau yang dikenal sebagai SEO-farming.
Sebuah laporan dari Model Republic bahkan mengklaim bahwa sebuah situs web yang terhubung dengan kelompok pendukung OpenAI menerbitkan gelombang artikel berita yang sebagian besar dihasilkan AI untuk menyerang para pengkritik produk kecerdasan buatan.
Menariknya, para peneliti tidak menemukan semua kekhawatiran yang selama ini beredar tentang konten AI terbukti benar.
Mereka menemukan bahwa konten yang dihasilkan AI ternyata tidak sesering yang dikhawatirkan mengandung kesalahan fakta.
Konten tersebut juga tetap mencantumkan sumber melalui tautan eksternal, tidak menghapus gaya penulisan individu, dan tidak selalu berupa tulisan panjang tanpa makna yang berarti.
Namun dua hal yang memang terbukti terjadi adalah berkurangnya keberagaman ide dan sudut pandang, serta munculnya tulisan yang terasa semakin steril dan terkesan ceria secara artifisial.
Bahkan CEO OpenAI Sam Altman pernah mengakui soal kepositifan palsu ini. Setelah perusahaannya merilis agen coding AI bernama Codex, Altman menyebut bahwa sanjungan yang membanjiri Reddit terasa seperti didorong oleh bot.
Para peneliti menyebut studi ini baru sebagai titik awal. Mereka tengah mengembangkan sebuah alat pemantau berkelanjutan untuk melacak fenomena ini secara lebih mendalam.
Salah satunya mengidentifikasi kategori situs web mana yang paling banyak terdampak oleh gelombang konten AI.
Baca juga: ChatGPT Rilis Fitur Lockdown Mode, Lindungi Data dari Serangan Hacker AI
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.
Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #internet #dunia #diam #diam #sedang #berubah #jadi #pelaku #utamanya