Grab Bantah Kabar Keluar dari Indonesia, Sebut RI adalah Rumah
- Grab Indonesia membantah rumor yang menyebut perusahaan berencana hengkang dari Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, melalui pernyataan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (4/6/2026).
"Grab menegaskan bahwa rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah tidak benar," kata Neneng.
Sebelumnya, media sosial ramai membahas kabar bahwa perusahaan ride-hailing dan pesan antar makanan asal Singapura itu disebut sedang mempertimbangkan untuk mengurangi operasional bahkan keluar dari pasar ride-hailing Indonesia.
Baca juga: Gojek dan Grab Cabut Program Hemat Berbayar untuk Mitra Driver
Rumor tersebut muncul setelah beredarnya laporan yang menyebut Grab tengah mengevaluasi dampak finansial dari rencana pembatasan komisi aplikator menjadi maksimal 8 persen untuk layanan transportasi roda dua.
Saat ini, potongan yang dikenakan kepada mitra pengemudi ojek online (ojol) oleh aplikator seperti Grab dan Gojek berada di kisaran 20 persen.
Namun pada 1 Mei 2026 atau bertepatan dengan Hari Buruh Nasional, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.
Isinya berupa batas maksimal potongan aplikator sebesar 8 persen, memastikan pendapatan pengemudi minimal 92 persen, serta mewajibkan penyediaan jaminan sosial ketenagakerjaan dan kesehatan.
Dari situ, laporan menyebut bahwa Grab tengah membahas sejumlah opsi untuk mengurangi dampak kebijakan tersebut. Mulai dari penyesuaian biaya kepada konsumen dan mitra hingga kemungkinan menarik diri secara bertahap dari pasar ride-hailing Indonesia.
Laporan yang sama juga mengaitkan isu tersebut dengan kembali mandeknya pembahasan merger antara Grab dan GoTo.
Namun Grab menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. Menurut bos Grab Indonesia, RI merupakan salah satu ekosistem terpenting bagi Grab dan perusahaan tidak memiliki rencana untuk meninggalkan pasar Indonesia.
"Grab senantiasa menghormati arahan dan kebijakan Pemerintah Indonesia, serta berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Neneng.
Indonesia disebut sebagai rumah
Ilustrasi GrabFood
Neneng mengatakan Grab telah hadir di Indonesia selama lebih dari satu dekade dan akan terus mengambil peran aktif dalam mendukung masyarakat serta ekonomi digital nasional.
"Indonesia merupakan ekosistem penting bagi Grab. Kami telah hadir untuk Indonesia selama lebih dari 10 tahun dan kami berkomitmen untuk terus bertumbuh dan mengambil peran aktif dalam mendukung kehidupan masyarakat Indonesia," kata Neneng.
Baca juga: Viral Abang Grab Bawa Kamera Aneh di Motor, Ini Penjelasan Grab Indonesia
Menurut data yang disampaikan perusahaan, Grab berkontribusi terhadap sekitar 50 persen industri ojol dan layanan pengantaran online di Indonesia.
Perusahaan juga menyebut telah membantu menciptakan sekitar 4,6 juta peluang kerja melalui digitalisasi UMKM serta menggulirkan berbagai program dukungan bagi mitra pengemudi dengan nilai lebih dari Rp 100 miliar.
Neneng menegaskan Grab akan terus bekerja sama dengan pemerintah, mitra pengemudi, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Grab akan terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra, dan seluruh pemangku kepentingan, karena bagi Grab, Indonesia bukan sekadar ekosistem, melainkan rumah tempat kami tumbuh bersama masyarakat," tutup Neneng.
Tag: #grab #bantah #kabar #keluar #dari #indonesia #sebut #adalah #rumah