Meta PHK 8.000 Karyawan, Imbas Belanja AI Naik Drastis
Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) Meta berlanjut. Kali ini, Meta berencana menghapus 102 posisi di Menlo Park dan Sunnyvale. ()
10:06
24 April 2026

Meta PHK 8.000 Karyawan, Imbas Belanja AI Naik Drastis

- Layoff atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kembali terjadi di perusahaan teknologi. Raksasa media sosial Meta, akan memangkas 10 persen karyawannya atau setara sekitar 8.000 pekerja.

Keputusan ini diumumkan induk Facebook, WhatsApp, dan Instagram itu lewat memo kepada karyawan. Memo ini disebar pada Kamis (23/4/2026) waktu Amerika Serikat.

PHK karyawan ini akan dimulai pada 20 Mei 2026 mendatang. Selain PHK, Meta juga membatalkan rencana perekrutan 6.000 orang.

Kabar tentang PHK Meta ini dilaporkan pertama kali oleh Bloomberg. Kebijakan ini disebut merupakan imbas meningkatnya investasi Meta akan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Menurut sumber internal yang dikutip BBC, pengeluaran Meta termasuk untuk AI pada tahun 2026 ini ditaksir sebesar 135 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.334 triliun). Jumlah itu setara dengan akumulasi pengeluaran AI Meta selama tiga tahun terakhir.

Baca juga: Meta PHK Lagi, Pergeseran Fokus ke AI Tuai Sorotan

Adapun PHK kali ini seolah sudah diisyaratkan oleh CEO Meta Mark Zuckerberg.

Pada Januari 2026 lalu Zuckerberg berkata bahwa dia telah melihat betapa produktifnya para karyawan yang dibantu AI. Bahkan, satu karyawan kini bisa menyelesaikan proyek yang sebelumnya memerlukan tim besar.

"Saya kira tahun 2026 akan menjadi tahun di mana AI secara dramatis mengubah cara kita bekerja," kata Zuckerberg saat itu.

Bila dirunut sejak awal tahun ini, PHK pada Mei nanti akan menjadi pemangkasan karyawan ketiga bagi Meta.

Januari 2026 lalu, perusahaan yang dulu bernama Facebook tersebut memangkas sekitar 10 persen karyawan yang mengerjakan proyek Metaverse. Sekitar 1.000 orang terdampak PHK pada saat itu.

Kemudian pada Maret 2026, Meta juga memberhentikan ratusan pekerja di divisi Facebook, Reality Labs, operasi global hingga penjualan.

Pada saat yang sama, raksasa media sosial ini menyatakan akan mengganti vendor atau kontraktor pihak letiga yang menangani tugas moderasi konten, ke AI, dihimpun KompasTekno dari CNBC.

Amazon, Microsoft dan Atlassian juga PHK

Selain Meta, gelombang PHK juga masih dialami perusahaan teknologi lainnya beberapa waktu belakangan ini.

Pada Januari lalu, Amazon mengumumkan rencana PHK terhadap sekitar 16.000 pekerja. Microsoft belum lama ini juga menawarkan program resign sukarela bagi karyawannya di AS.

Atlassian, perusahaan asal Australia yang dikenal lewat produk Jira, Confluence, dan Trello juga memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya, atau sekitar 1.600 karyawan.

Baca juga: Uang Iklan 25.000 Triliun Disedot Meta, YouTube, dan TikTok

CEO Atlassian, Mike Cannon-Brookes, mengatakan keputusan ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk meningkatkan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) sekaligus memperkuat bisnis penjualan ke segmen enterprise.

Selain itu, langkah ini juga disebut perlu untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan dan menyesuaikan strategi kerja agar lebih cepat dan efisien di era AI.

Meski begitu, Atlassian menegaskan bahwa PHK ini bukan berarti AI sepenuhnya menggantikan peran karyawan yang terdampak.

Menurut Mike, AI lebih banyak mengubah alur kerja, kebutuhan keterampilan, dan jumlah posisi yang dibutuhkan di beberapa bidang, sehingga perusahaan merasa perlu beradaptasi.

Tag:  #meta #8000 #karyawan #imbas #belanja #naik #drastis

KOMENTAR