Apple “Sogok” Karyawan Miliaran Rupiah agar Tak Pindah ke OpenAI dan Meta
Logo Apple di salah satu sisi gedung toko barunya di kota San Francisco, AS(Wicaksono Surya Hidayat/ KOMPAS.com)
07:42
20 April 2026

Apple “Sogok” Karyawan Miliaran Rupiah agar Tak Pindah ke OpenAI dan Meta

- Kompetisi Artificial Intelligence (AI) menimbulkan fenomena perebutan sengit talenta yang ahli di bidangnya. Dalam perebutan sumber daya manusia ini, Apple menyiapkan “sogokan” untuk karyawannya agar tak pindah ke kompetitor seperti Meta dan OpenAI.

Agar bertahan, karyawan yang mengerjakan proyek iPhone disogok Apple dengan nilai yang fantastis, sekitar 200.000 dollar AS hingga 400.000 dollar AS atau setara Rp 3,3 miliar sampai Rp 6,7 miliar untuk keseluruhan periode.

Baca juga: 3 Apple Store di AS Tutup Permanen, Termasuk yang Bersejarah

Bonus hingga Rp 6,7 miliar agar karyawan bertahan

Sogokan Apple pada dasarnya merupakan insentif atau bonus dengan skema yang cukup menggiurkan. Menurut laporan Bloomberg, bonus itu bakal diberikan di luar siklus rutin atau out-of-cycle,sehingga menjadi insentif tambahan di luar jadwal kompensasi biasa.

Namun, bonus hingga Rp 6,7 miliar tersebut tidak akan diberikan sekaligus dalam bentuk tunai. Apple membayarkannya dalam bentuk saham yang akan dicairkan secara bertahap selama empat tahun.

Skema tersebut membuat karyawan harus tetap bertahan di Apple untuk mendapatkan nilai bonus secara penuh. Jika keluar lebih cepat, sebagian bonus tersebut bisa hangus.

Langkah ini dinilai sebagai respons atas persaingan perekrutan talenta yang semakin ketat, terutama dari perusahaan teknologi yang agresif di bidang AI seperti OpenAI dan Meta.

Dalam sejumlah kasus, perusahaan pesaing bahkan disebut menawarkan paket kompensasi yang jauh lebih tinggi. Maka dari itu, Apple dinilai perlu menambah insentif agar talenta pentingnya tidak mudah direkrut kompetitor.

Baca juga: Nama-nama Punggawa Apple yang Dibajak Proyek AI Meta dan OpenAI

Exodus karyawan Apple ke OpenAI dan Meta

Kekhawatiran Apple bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah karyawannya dilaporkan pindah ke perusahaan lain, terutama yang bergerak di sektor AI.

Salah satu nama yang banyak disorot ialah Tang Tan, mantan VP desain produk Apple, yang kini menjabat sebagai kepala hardware di OpenAI. Ada pula Abidur Chowdhury, desainer industri di balik iPhone Air, yang disebut hengkang untuk bergabung dengan startup AI bernama Hawk AI.

Gelombang perpindahan karyawan ini juga terlihat sepanjang 2025, saat puluhan engineer dan desainer Apple dilaporkan meninggalkan perusahaan dan bergabung ke OpenAI maupun Meta.

Jurnalis Bloomberg Mark Gurman bahkan menyebut bahwa OpenAI telah merekrut lebih dari 40 mantan karyawan Apple untuk memperkuat tim perangkat kerasnya.

Tak hanya ke OpenAI, sejumlah talenta Apple juga disebut berlabuh ke Meta. Beberapa di antaranya merupakan mantan petinggi desain, peneliti AI, hingga sosok yang sebelumnya memimpin pengembangan model dan riset teknologi di Apple.

Kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan perebutan talenta di industri AI dan hardware kini semakin sengit.

Meski perpindahan karyawan sebenarnya bukan hal baru di Silicon Valley, Apple tampaknya ingin menekan risiko kehilangan lebih banyak talenta penting.

Baca juga: Apple Genap 50 Tahun, Jejak Steve Jobs Masih Terasa Kuat

Hanya saja, strategi bonus besar ini belum tentu sepenuhnya efektif, mengingat perusahaan pesaing masih bisa menawarkan kompensasi yang lebih menarik.

Apple sendiri disebut pernah menempuh langkah serupa pada 2021 dengan memberi bonus sekitar 180.000 dollar AS, meski hasilnya saat itu tidak sepenuhnya berhasil menahan eksodus karyawan.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #apple #sogok #karyawan #miliaran #rupiah #agar #pindah #openai #meta

KOMENTAR