Daftar Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK, Ada Siapa Saja?
Ilustrasi PHK. Oracle PHK 10.000 Karyawan Setelah Ekspansi ke AI dan Penurunan Harga Saham(canva.com)
06:43
13 April 2026

Daftar Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK, Ada Siapa Saja?


- Gelombang PHK di industri teknologi global belum juga reda. Sejak awal 2026, sejumlah perusahaan besar kembali memangkas tenaga kerja sebagai bagian dari langkah efisiensi dan penyesuaian strategi bisnis.

Meta, misalnya, beberapa kali dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja dalam beberapa gelombang.

Selain itu, ada Epic Games yang memberhentikan sekitar 1.000 karyawan, Atlassian yang memangkas 1.600 pegawai demi mengalihkan investasi ke pengembangan AI, serta Amazon yang merumahkan ratusan pekerja di divisi robotik.

Block pun turut masuk dalam deretan perusahaan teknologi yang melakukan pengurangan karyawan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan di industri teknologi masih cukup besar, meski sektor ini identik dengan pertumbuhan cepat dan inovasi.

Sejumlah perusahaan kini tampak lebih berhati-hati dalam mengatur biaya operasional, merampingkan tim, hingga memfokuskan anggaran ke area yang dianggap lebih menjanjikan, seperti kecerdasan buatan.

Di tengah gelombang efisiensi tersebut, publik pun mulai bertanya-tanya, perusahaan teknologi apa saja yang masuk dalam daftar PHK global, dan apa alasan di balik keputusan mereka memangkas ribuan pekerja? Ini ulasannya.

Baca juga: Gelombang PHK Meta Berlanjut, Kini 200 Karyawan Dipecat

Meta

Meta menjadi salah satu perusahaan teknologi yang cukup agresif melakukan PHK pada awal 2026. Pada Januari, induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu memangkas hingga 10 persen karyawan di divisi Reality Labs, atau sekitar 1.500 orang.

Divisi ini selama ini dikenal sebagai motor pengembangan metaverse Meta, termasuk produk augmented reality (AR), virtual reality (VR), headset, hingga Horizon Worlds.

Namun, proyek metaverse dinilai belum berhasil menarik minat konsumen secara luas, sehingga Meta mulai merampingkan unit tersebut dan mengalihkan fokus bisnisnya.

Setelah itu, gelombang efisiensi Meta berlanjut. Perusahaan kembali memangkas ratusan posisi, termasuk sekitar 700 karyawan pada Maret 2026 yang terdampak di berbagai tim seperti Reality Labs, Facebook, operasional global, rekrutmen, hingga penjualan.

Langkah ini menunjukkan bahwa Meta kini lebih memprioritaskan investasi ke perangkat wearable, mobile, dan terutama kecerdasan buatan (AI), yang dianggap memiliki basis pengguna lebih besar serta peluang pertumbuhan lebih cepat dibanding metaverse.

Epic Games

Epic Games juga masuk dalam daftar perusahaan teknologi yang melakukan PHK besar pada 2026. Perusahaan pembuat Fortnite itu mengumumkan pemangkasan lebih dari 1.000 karyawan setelah keterlibatan pemain Fortnite terus menurun sejak 2025.

Menurut CEO Epic Games Tim Sweeney, penurunan engagement tersebut membuat pengeluaran perusahaan jauh lebih besar dibanding pemasukan.

Karena itu, Epic memilih melakukan pemangkasan besar sambil menjalankan efisiensi lain, termasuk penghematan biaya operasional hingga lebih dari 500 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,4 triliun.

Menariknya, Epic menegaskan bahwa PHK ini bukan dipicu oleh adopsi AI. Sweeney menyebut AI justru dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan alasan untuk mengurangi tenaga kerja.

Tantangan Epic lebih banyak datang dari melambatnya pertumbuhan industri game, daya beli pengguna yang melemah, persaingan memperebutkan perhatian pemain, hingga kesulitan menjaga pengalaman bermain Fortnite tetap konsisten di setiap musim.

Ini juga bukan pertama kalinya Epic melakukan PHK, karena sebelumnya pada 2023 perusahaan sempat memangkas sekitar 830 karyawan.

Atlassian

Atlassian turut masuk dalam daftar perusahaan teknologi yang melakukan PHK besar pada 2026.

Perusahaan asal Australia yang dikenal lewat produk Jira, Confluence, dan Trello itu memangkas sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya, atau sekitar 1.600 karyawan.

CEO Atlassian, Mike Cannon-Brookes, mengatakan keputusan ini merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan untuk meningkatkan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI) sekaligus memperkuat bisnis penjualan ke segmen enterprise.

Selain itu, langkah ini juga disebut perlu untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan dan menyesuaikan strategi kerja agar lebih cepat dan efisien di era AI.

Meski begitu, Atlassian menegaskan bahwa PHK ini bukan berarti AI sepenuhnya menggantikan peran karyawan yang terdampak.

Menurut Mike, AI lebih banyak mengubah alur kerja, kebutuhan keterampilan, dan jumlah posisi yang dibutuhkan di beberapa bidang, sehingga perusahaan merasa perlu beradaptasi.

Dari total karyawan yang terdampak, sebagian besar berada di Amerika Utara, disusul Australia dan India.

Dalam menjalankan restrukturisasi ini, Atlassian juga telah menyiapkan biaya sekitar 230 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,8 triliun, yang mencakup pesangon karyawan hingga pengurangan ruang kantor.

Baca juga: Saat Ratusan Karyawan Di-PHK, Bos Meta Justru Akan Dapat Bonus Besar

Amazon

Amazon juga masuk dalam daftar perusahaan teknologi yang melakukan PHK pada 2026. Kali ini, perusahaan memangkas karyawan di divisi robotik, yakni tim yang mengembangkan robot dan perangkat otomatisasi untuk operasional gudang.

Amazon memang tidak mengungkap jumlah pasti pegawai yang terdampak, tetapi menurut sumber internal, setidaknya sekitar 100 karyawan terkena PHK.

Langkah ini telah dikonfirmasi perusahaan sebagai bagian dari evaluasi rutin organisasi agar tim tetap siap berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

PHK ini menambah rangkaian efisiensi yang dilakukan Amazon setelah sebelumnya memangkas sekitar 16.000 karyawan pada Januari 2026.

Pengurangan tenaga kerja di divisi robotik juga terjadi setelah Amazon menghentikan proyek lengan robot “Blue Jay” yang sempat diperkenalkan pada 2025.

Menariknya, langkah efisiensi ini dilakukan di tengah pertumbuhan bisnis Amazon yang masih kuat, bahkan perusahaan diproyeksikan menyalip Walmart di daftar Fortune 500 tahun 2026.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa PHK di sektor teknologi tidak selalu terjadi karena bisnis melemah, tetapi juga bisa dipicu oleh perubahan prioritas, evaluasi proyek, dan penataan ulang strategi perusahaan.

Block

Block juga menjadi salah satu perusahaan teknologi yang melakukan PHK besar pada 2026. Perusahaan fintech milik Jack Dorsey, yang membawahi Square dan Cash App, memangkas sekitar 4.000 karyawan atau sekitar 40 persen dari total tenaga kerjanya.

Langkah ini dilakukan karena Block ingin lebih fokus pada pemanfaatan tools dan agen AI dalam operasional perusahaan. Dari sebelumnya memiliki lebih dari 10.000 pegawai, jumlah karyawan Block kini tersisa di bawah 6.000 orang.

PHK ini dinilai sebagai salah satu langkah efisiensi berbasis AI yang paling agresif pada awal 2026.

Pasalnya, Block tidak lagi memandang AI sekadar sebagai alat bantu, melainkan sebagai pengganti fungsional untuk mengotomatisasi berbagai pekerjaan penting, mulai dari layanan pelanggan, software engineering, hingga analisis keuangan.

Keputusan ini menunjukkan bagaimana AI kini mulai benar-benar mengubah struktur tenaga kerja di perusahaan teknologi, bukan hanya mendukung pekerjaan manusia, tetapi juga menggantikan sebagian perannya.

Baca juga: Oracle PHK 30.000 Karyawan, Email Pemecatan Dikirim Pukul 05.00 Pagi

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #daftar #perusahaan #teknologi #dunia #yang #lakukan #siapa #saja

KOMENTAR