Rumah Bos ChatGPT Dilempar Bom Molotov, Pelaku Ditangkap
CEO OpenAI Sam Altman saat hadir sebagai pembicara di acara Express Adda di sela-sela KTT India-AI Impact 2026, 20 Februari 2026.(YouTube IndianExpress)
09:15
11 April 2026

Rumah Bos ChatGPT Dilempar Bom Molotov, Pelaku Ditangkap

- Rumah CEO OpenAI, Sam Altman di San Francisco, Amerika Serikat (AS), dilempar bom molotov oleh pria berusia 20 tahun, pada Jumat (10/4/2026) pagi waktu setempat.

Serangan ini membakar pagar luar rumah bos ChatGPT itu. Usai melancarkan aksinya, pelaku melarikan diri.

Kepolisian setempat lantas bergegas ke lokasi kejadian perkara. Namun kurang dari satu jam kemudian, polisi mendapati laporan bahwa kantor pusat OpenAI mendapat ancaman serangan pembakaran gedung dari seorang pria.

Setelah ditelusur, pria tersebut merupakan orang yang sama yang melemparkan bom molotov ke rumah Altman. Pria itu lantas ditangkap, tetapi identitas maupun motif serangannya belum diungkap ke publik.

Baca juga: Elon Musk dan Sam Altman Twitwar, Saling Serang di X

Juru bicara OpenAI mengonfirmasi serangan itu dan menegaskan bahwa tidak ada korban yang terluka. Perusahaan induk dari chatbot ChatGPT ini juga menyatakan pihaknya membantu proses penyelidikan.

"Kami sangat mengapresiasi kecepatan respons Departemen Kepolisian San Francicso (SFPD) dan dukungan dari kota dalam membantu menjaga keselamatan karyawan kami," kata OpenAI dalam sebuah pernyataan, dikutip KompasTekno dari Independent.

Sementara itu, Altman secara personal juga menanggapi serangan ke kediaman dan perusahaannya, lewat blog pribadi.

Menurut Altman, dia sebelumnya meremehkan dampak dari narasi dan retorika yang berkembang di publik. Altman juga mengakui bahwa beberapa tahun terakhir merupakan tahun yang begitu intens, kacau, dan penuh tekanan.

Karena itu, dia menyerukan agar berbagai pihak di industri AI menurunkan tensi konflik, baik dari sisi retorika maupun taktik yang digunakan.

Baca juga: OpenAI Raih Pendanaan Rp 2.000 Triliun, Valuasi Kini Tembus Rp 14.000 Triliun

"Banyak kritik terhadap industri kami berasal dari kekhawatiran tentang dampak teknologi. Ini cukup valid dan kami menerima kritik maupun debat," ujar Altman.

Namun, Altman juga meyakini bahwa kemajuan teknologi dapat membuat masa depan jadi lebih baik untuk berbagai pihak.

Adapun serangan ini terjadi di tengah berbagai kontroversi yang tengah melanda OpenAI. Mulai dari kerja sama dengan Departemen Pertahanan AS, persaingan sengit dengan Anthropic, hingga gugatan hukum dari Elon Musk.

Dalam gugatan yang dijadwalkan mulai disidangkan akhir bulan ini, Elon Musk menuntut OpenAI dan CEO-nya, Sam Altman, dengan tuduhan bahwa Altman secara sengaja memanipulasi dirinya agar menyumbang 38 juta dollar AS ke OpenAI, melalui janji bahwa perusahaan tersebut akan tetap berstatus organisasi nirlaba.

Musk yang ikut mendirikan OpenAI bersama Altman pada 2015, juga meminta agar Altman dicopot dari jabatannya sebagai CEO, sebagai bagian dari tuntutan hukum tersebut, dihimpun KompasTekno dari CNBC.

Tag:  #rumah #chatgpt #dilempar #molotov #pelaku #ditangkap

KOMENTAR