OpenAI Ungkap Cara Lindungi Anak di ChatGPT
– Perusahaan pengembang kecerdasan buatan OpenAI mengungkap cara melindungi pengguna anak di platform chatbot berbasis AI, ChatGPT.
Menurut Sandy Kunvatanagarn, Head of Public Policy, SEA, OpenAI, platformnya memiliki sejumlah mekanisme untuk menangani pengguna dari berbagai kelompok usia.
Hal itu mulai dari pembatasan usia minimum, hingga penggunaan sistem prediksi usia untuk menentukan tingkat keamanan layanan.
"Ketentuan layanan kami menyatakan bahwa alat kami tidak dimaksudkan untuk digunakan oleh orang yang berusia di bawah 13 tahun," ujar Kunvatanagarn dijumpai di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: OpenAI Tutup Sora, AI Pembuat Video yang Sempat Viral
Meski demikian, Kunvatanagarn menegaskan agar pengguna berusia 13 hingga 18 tahun disarankan OpenAI mengakses ChatGPT dengan persetujuan orang tua.
OpenAI juga menerapkan sistem prediksi usia yang terintegrasi dalam platform. Sistem ini memanfaatkan kemampuan large language model (LLM) serta berbagai sinyal untuk memperkirakan usia pengguna.
"Jika model kami menganggap Anda berusia di bawah 18 tahun, kami akan mengatur semua orang secara default ke model yang lebih aman, versi ChatGPT yang lebih aman," jelas Kunvatanagarn.
Sebaliknya, jika sistem memperkirakan bahwa pengguna berusia di atas 18 tahun, maka pengguna akan mendapatkan versi ChatGPT yang memungkinkan akses ke lebih banyak fitur.
Versi yang lebih aman tersebut juga menjadi pengaturan default bagi pengguna yang mengakses ChatGPT tanpa login atau tanpa akun.
Baca juga: Mengenal PP Tunas, Tak Sekadar Blokir Akun Anak
Dalam mode ini, sejumlah kemampuan dibatasi, seperti percakapan dengan konten seksual atau kekerasan serta pembuatan jenis gambar tertentu.
OpenAI juga menambahkan sejumlah fitur pengawasan bagi orang tua di ChatGPT.
Beberapa bulan lalu, perusahaan ini meluncurkan sistem prediksi usia yang dapat memperkirakan apakah pengguna merupakan orang dewasa atau pengguna muda.
Fitur Parental Controls di ChatGPT.
"Fitur ini juga memungkinkan orang tua menghubungkan akun ChatGPT mereka dengan akun anak-anak mereka, terutama jika mereka masih remaja," kata Raghav Gupta, Head of Education, Asia Pacific, OpenAI di kesempatan yang sama.
Setelah akun terhubung, orang tua dapat mengatur berbagai kontrol melalui sejumlah tombol pengaturan (toggle) untuk memastikan pengalaman penggunaan tetap aman.
Misalnya, orang tua dapat menentukan apakah fitur pembuatan gambar diizinkan, membatasi durasi penggunaan ChatGPT oleh anak, hingga mengatur waktu tertentu ketika layanan tidak dapat digunakan melalui fitur “quiet hours”.
Fitur-fitur ini dirancang agar penggunaan ChatGPT oleh pengguna muda tetap berada dalam pengawasan dan sesuai dengan usia mereka.
Pendekatan tersebut bertujuan memastikan penggunaan AI tetap sesuai dengan usia pengguna.
OpenAI menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong penggunaan teknologi AI yang lebih aman dan bertanggung jawab, khususnya bagi pengguna yang masih di bawah usia 18 tahun.