Gelombang PHK Meta Berlanjut, Kini 200 Karyawan Dipecat
Ilustrasi logo Meta. (SHUTTERSTOCK/RAFAPRESS)
08:07
7 April 2026

Gelombang PHK Meta Berlanjut, Kini 200 Karyawan Dipecat

 - Perusahaan teknologi Meta kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Kali ini, perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut memangkas sekitar 200 karyawan di kawasan Silicon Valley, California, Amerika Serikat.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke otoritas ketenagakerjaan California, sebanyak 124 posisi di Burlingame dan 74 posisi di Sunnyvale akan dihapus. Pengurangan tenaga kerja ini dijadwalkan mulai berlaku pada akhir Mei 2026.

Langkah ini menambah panjang daftar riwayat PHK massal yang dilakukan Meta. Sebelumnya, pada akhir Maret 2026, perusahaan juga melakukan pemangkasan karyawan yang berdampak pada sejumlah tim, seperti rekrutmen, penjualan, operasional, hingga divisi Reality Labs.

Baca juga: Saat Ratusan Karyawan Di-PHK, Bos Meta Justru Akan Dapat Bonus Besar

Bahkan, pada Januari 2026, Meta telah lebih dulu memangkas lebih dari 1.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja di divisi Reality Labs.

Sejumlah karyawan terdampak disebutkan ditawari posisi lain di dalam perusahaan, meski sebagian harus bersedia pindah lokasi kerja.

Laporan Reuters sebelumnya menyebut, Meta juga berpotensi melakukan PHK lebih besar, hingga mencapai 20 persen dari total tenaga kerjanya.

Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi pemangkasan terbesar sejak periode 2022–2023, ketika Meta mengurangi sekitar 11.000 karyawan atau setara 13 persen dari total pegawai.

Di tengah efisiensi tersebut, Meta masih membuka lowongan untuk sejumlah posisi strategis.
Per akhir 2025, jumlah karyawan Meta tercatat sekitar 79.000 orang, meningkat sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Demi AI

CEO Meta, Mark Zuckerberg.Meta Inc. CEO Meta, Mark Zuckerberg.

CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan kini mulai mengurangi ukuran tim dan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi kerja.

Menurut dia, sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini bisa ditangani oleh individu dengan dukungan AI.

"Saya pikir 2026 akan menjadi tahun ketika AI mulai secara drastis mengubah cara kita bekerja," kata pria yang akrab disapa Zuck itu.

Baca juga: Meta PHK 700 Karyawan, Bersamaan Siapkan Bonus Rp 15 Triliun untuk Bos

Sejalan dengan strategi itu, Meta juga meningkatkan investasi di bidang AI. Belanja modal perusahaan diproyeksikan mencapai 115 miliar – 135 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.958 triliun hingga 2.298 triliun) pada 2026, naik sekitar 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Anggaran ini diproyeksikan untuk pengembangan infrastruktur AI, seperti server dan pusat data.

Di sisi lain, biaya operasional Meta juga diperkirakan meningkat sekitar 40 persen, antara lain dipicu oleh kenaikan gaji tenaga teknis.

Meski melakukan PHK, Zuckerberg tetap agresif merekrut talenta di bidang AI sejak 2024.Salah satu yang bergabung adalah Alexander Wang yang ditunjuk sebagai chief AI officer untuk memimpin Meta Superintelligence Labs.

Baca juga: Jenius AI Bergaji Selangit Ramai-ramai Mundur dari Lab AI Meta

Meta telah buka suara soal PHK massal ini. Juru bicara Meta menyebut restrukturisasi merupakan langkah rutin perusahaan agar tetap berada pada posisi terbaik dalam mencapai target.

"Jika memungkinkan, kami mencari peluang lain bagi karyawan yang posisinya terdampak," kata juru bicara Meta, dikutip KompasTekno dari The Times of India.

Tag:  #gelombang #meta #berlanjut #kini #karyawan #dipecat

KOMENTAR